Tribun Bandar Lampung

Lampung Inflasi 0,12 Persen di November 2020, Telur Ayam Ras Beri Sumbangan Tertinggi

Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,08 persen.

Screenshot
Kepala BPS Lampung Faizal Anwar. Lampung Inflasi 0,12 Persen di November 2020, Telur Ayam Ras Beri Sumbangan Tertinggi 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,12 persen pada November 2020.

Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,08 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Faizal Anwar mengungkapkan, hampir 80 persen pembentuk inflasi di November 2020 disumbang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau.

"Tertinggi yang memberikan sumbangan kenaikan harga (inflasi) adalah telur ayam ras sebesar 0,064 persen, angkutan udara 0,045 persen, bawang merah 0,036 persen, cabai rawit dan cabai merah masing-masing 0,034 persen dan 0,028 persen," papar Faizal melalui siaran pers, Selasa (1/12/2020).

Sedangkan yang memberikan sumbangan penurunan harga (deflasi) adalah beras minus 0,080 persen.

Baca juga: BPS Mencatat Kota Bandar Lampung di Bulan Oktober Terjadi Inflasi 0,23 Persen

Baca juga: Polda Lampung Buka Rekrutmen Bintara Polri PROAKTIF

Baca juga: Chord Gitar Lagu Dengan NafasMu Ungu, Lirik Lagu Dengan NafasMu

"Dan ini terjadi khususnya di Kota Bandar Lampung, sedangkan Kota Metro tidak mengalami perubahan," ungkapnya.

Lalu penyumbang deflasi berikutnya adalah ikan kembung, jeruk, popok bayi, dan jagung manis.

"Itu gambaran 5 komoditas yang memberi andil inflasi dan deflasi terbesar pada bulan November 2020," jelas Faizal.

Mengenai angka inflasi di Provinsi Lampung ini dihitung berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan secara periodik melalui harga konsumen. 

"Sehingga diketahui indeks harga konsumen (IHK) Lampung mengalami peningkatan indeks dari 105,54 di Oktober lalu menjadi 105,66 November ini. Dengan demikian terjadi inflasi sebesar 0,12 persen," kata dia.

Angka inflasi sendiri merupakan gabungan dari dua kota yang disurvey BPS yakni Kota Bandar Lampung dan Kota Metro. Inflasi di Kota Bandar Lampung sendiri ada pada angka 0,09 persen dan Kota Metro 0,40 persen.

"Angka inflasi di Provinsi Lampung masih lebih rendah dari angka inflasi nasional yang sebesar 0,28 persen," kata Faizal.

Berdasarkan 11 kelompok pengeluaran, terusnya, hampir semua mengalami inflasi kecuali 3 kelompok pengeluaran yang justru mengalami deflasi.

"Yaitu pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya deflasi 0,05; kelompok perlengkapan, peralatan dan Pemeliharaan rutin rumah tangga deflasi 0,04 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang deflasi 0,13 persen," sambungnya. (Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved