Berita Nasional
Sosok Manusia Silver Pelaku Mutilasi Karyawan Minimarket Dikenal Sopan dan Ramah
Manusia silver pelaku mutilasi karyawan minimarket dikenal sebagai pribadi sopan dan ramah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BEKASI - AJY (17), manusia silver pelaku mutilasi karyawan minimarket dikenal sebagai pribadi yang sopan dan ramah.
Hal itu dikatakan tetangga rumah pelaku, Emas Jumiarti (45) di di Kampung Pulo Gede, RT 005 RW 011, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Kejadian pembunuhan yang dilakukannya sontak membuat warga sekitar tak percaya.
Pelaku tinggal seorang diri di rumah bekas peninggalan orangtuanya.
Sehari-hari remaja tersebut bekerja sebagai pengamen manusia silver.
Kakak dan neneknya tinggal di lokasi berbeda dan hanya sesekali mengunjunginya.
Baca juga: Anaknya Dibunuh dan Dimutilasi Manusia Silver di Bekasi, Sang Ibu Pingsan Berulang Kali
Baca juga: Kesaksian Habib Rizieq di Malam Tertembaknya 6 Laskar FPI
Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 4 Tema 5 Pahlawanku Halaman 1, 2, 3 ,4 dan 5
"Orangnya sopan, ramah, enggak pernah macem-macem paling ngamen aja, makanya kaget saya kalau dia sampe kaya gitu (melakukan mutilasi)," kata Emas Jumiarti (45), Rabu (9/12/2020).
Pergaulan AJY di lingkungan sekitar juga cukup baik.
Dia kerap kumpul bersama pemuda-pemuda dekat tempat tinggalnya dan terlihat normal-normal saja.
"Normal-normal aja selama ini yang kita tahu, sama pemuda sini juga dia kenal suka nongkrong kumpul-kumpul," tuturnya.
AJY diketahui merupakan remaja putus sekolah setelah tak tamat SMP.
Sejak kecil, AJY sudah hidup sebagai yatim.
Ayahnya meninggal dunia sejak lama dan dia dibesarkan oleh ibunya.
Sekitar tiga atau empat tahun silam, ibunya meninggal dunia dan terpaksa membuat AJY harus hidup tanpa perhatian kedua orantuanya.
"Dia punya kakak cuma udah pada nikah, diajak tinggal sama kakaknya bareng sambil urus nenek cuma dia enggak mau milih tinggal di sini sendiri," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/olah-tkp-pembunuhan-dan-mutilasi-korban-dony-saputra.jpg)