Kabar Artis

Puisinya Viral Dianggap Sindir Jokowi, Murid SD Dapat Hadiah Sepeda dari Projo

Wahyu Hendrawan, siswa SDN 204 Palembang dapat hadiah sepeda dari Projo karena puisinya.

Editor: taryono
tribun sumsel
Wahyu Hendrawan, siswa SDN 204 Palembang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Wahyu Hendrawan, siswa SDN 204 Palembang dapat hadiah sepeda.

Siswa SD itu sebelumnya viral karena puisinya dianggap sindir Presiden Jokowi.

Adalah Pro Jokowi (Projo) yang bekerjsama dengan PT Bukit Asam (PTBA) memberikan hadiah berupa sepeda kepada Wahyu Hendrawan.

Wahyu yang didampingi ibu dan kepala sekolahnya terlihat nampak begitu senang menerima hadiah tersebut.

Baca juga: Viral Video Tangan Pria Nyaris Putus Digigit Buaya di Pantai

Baca juga: Penampilan Ayu Ting Ting Jadi Sorotan Saat Pose Bareng Sahabat SMA

Ketua Projo Sumatera Selatan  H Hidayah Homsul mengatakan pihkanya dari Projo Provinsi Sumatera selatan mengapresasi hasil karya siswa SDN 204 Palembang  ini.

Namun bukan berarti, setiap kritikan PTBA atau kritikan tentang pemerintahan Jokowi akan diberikan sepeda bukan.

" Tentu akan kita kaji terlebih dahulu, nah hasilnya kajian dari pada projo dan PTBA melalui CSR nya, anak ini layak untuk menerima hadiah yang dia inginkan, yaitu sebuah sepeda," ungkapnya. 

Pro Jokowi (Projo) bekerjsama dengan PT Bukit Asam (PTBA) memberikan hadiah berupa sepeda kepada Wahyu Hendrawan, siswa SDN 204 Palembang yang sempat viral karena puisinya.
Pro Jokowi (Projo) bekerjsama dengan PT Bukit Asam (PTBA) memberikan hadiah berupa sepeda kepada Wahyu Hendrawan, siswa SDN 204 Palembang yang sempat viral karena puisinya. (Istimewa)

Ia berharap, kedepan anak didik khususnya di Provinsi Sumatera Selatan, mengapresiasi dan membina anak-anak seperti Wahyu, agar bisa berkembang.

" Karena tidak semua anak-anak yang membacakan puisi bisa menangis, ini tadi kita sudah lihat, Wahyu sambil bacakan puisi sambil dia menangis, menghayati, menyucurkan air mata, luar biasa itu, tidak semua orang, walaupun dia sudah paham tentang puisi, belum tentu dia menghayati seperti yang dibacakan oleh Wahyu," terangnya. 

Baca juga: Penampilan Ayu Ting Ting Jadi Sorotan Saat Pose Bareng Sahabat SMA

Baca juga: Foto Lawas Ayu Ting Ting Saat SMA, Wajah Pacar Adit Disorot

Sementara itu, Kasi Kurikulum SD Dinas Pendidikan kota Palembang, Syarifuddin mengatakan sangat berterima kasih atas apresiasi dari Projo dan PTBA.

Syarifudin berharap akan muncul lagi siswa-siswa yang lainnya, dikota Palembang, yang sifatnya punya kreatifitas, punya prestasi, punya nalar yang tinggi.

" Tanpa diajari oleh orang tua, dari lubuk hati yang paling dalam, dia mengembangkan prestasi, dan kreasinya, kita lihat tadi waktu dia membacakan puisi tadi tanpa di arahkan, anak itu bercucuran air mata sendiri, disitulah kita terhenyuh terharu pada anak ini," bebernya. 

Sementara  Wahyu Hendiawan, bercucuran air mata saat membacakan puisi di hadapan pihak Dinas Pendidikan, Projo Sumsel dan Pihak PTBA Bukit Asam Muara Enim.

" Terimakasih pak jokowi Iove you, terimakasih Projo Sumsel dan PTBA Bukit Asam yang telah memberikan saya sepeda," ucapnya. 

Viral Puisi Sepeda, Ikan dan Batubara

Seorang siswa SD Negeri asal kota Palembang mendadak viral di media sosial.

Isi puisi dinilai mengandung sindiran pemerintahan RI Joko Widodo.

Puisi yang berjudul Sepeda, Ikan dan Batubara ini mendadak viral pasca menang juara 2 lomba karya tulis ekologi.

Saat dikonfirmasi ke sekolah, Plt Kepala SDN 204 Palembang, Komariah membenarkan bahwa siswa yang bersangkutan benar adalah siswanya.

"Ya, benar memang itu siswa kita. Dan kemarin sudah didatangi ibu Kabid SD Juita yang telah datang kerumah anak tersebut," ujarnya, Sabtu (5/12/2020).

Komariah mengatakan memang beberapa bulan lalu pihak sekolah sudah menerima ijin dari yang bersangkutan meminta ke sekolah.

"Sudah lama ini sebenarnya. Siswa yang bersangkutan meminta ijin untuk ikut lomba ke sekolah tapi kita tidak tahu ikut lomba apa. Isi puisinya juga kita tidak tahu ," jelas dia.

Septi Indah Lestari (34) ibu Wahyu Hendrawan mengaku ia terkejut ketika anaknya mendadak viral karena puisi tersebut.

"Saya saja terkejut karena menang lomba ini sudah lama. Uangnya juga sudah dapat sejak Oktober lalu," katanya.

Lanjut dia, keikutsertaan anaknya mengikuti lomba itu pun ia tidak tahu.

"Itu yang daftarkan lomba pamannya. Saya tahu pun sudah menang saat itu. Saya ini kan kerja sebagai buruh rumah tangga jadi anak saya lebih banyak dengan pamannya. Ayahnya seorang supir ekspedisi antar kota jadi jarang pulang," jelas dia.

Lanjut Septi membenarkan kalau puisi yang ia tulis memang sesuai dengan keadaan yang terjadi saat ini disekitar lingkungannya.

"Daerah kami itu memang dekat dengan anak sungai, rawa dan saat ini untuk mencari ikan sulit karena banyak orang cari pakai disetrum, lingkungan juga sudah tercemar," tegasnya.

Dikatakan Septi, siswa kelas 4 SD ini dalam kesehariannya suka memancing dan menulis.

" Kalau mancing dia ini memang hobi mancing. Pagi-pagi kalau sudah bangun tidur langsung pergi memancing ke rawa, anak sungai yang ada disekitar rumah," ujar ibu berusia 34 tahun ini.

Ia mengaku setiap hari pasti anaknya selalu menyempatkan untuk memancing.

"Kalau mancing kadang dapat ikan seluang. Kalau dapat ikannya digoreng untuk dimakan," beber dia.

Lanjut dia, Wahyu juga tumbuh seperti anak-anak normal lainnya. "Ya, tiap hari seperti biasa dia juga main sama teman-teman. Nanti kalau sudah abis zuhur ia pergi ngaji dan habis mengaji main lagi," ungkap dia.

Kalau saat memasuki waktu magrib, ia selalu pergi ke musholla.

"Kalau hobi menulis dia ini juga suka nulis di dinding rumah, nulis di kertas juga suka tapi dia tak pernah kasih tahu karena malu disimpannya saja," bebernya.

Tambah ibu Wahyu, memang anaknya ini ingin sekali punya sepeda.

Baca juga: Ban Mobil Nikita Mirzani Disobek, Nyaris Kecelakaan di Jalan Tol

"Saat ini ada sepedanya tapi banyak rusaknya. Pernah ia kalau nonton pak Jokowi suka bagi-bagi sepeda. Ia pun pernah mau minta sepeda dengan Pak Jokowi," tegas dia.

Artikel ini telah tayang di Tribun Sumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved