Tribun TV Lampung
Kenali Jenis Meningitis, Gejala dan Risiko Kematian Akibat Meningitis
dr Zam Zanariah Sp.S, M.Kes dari RSUD Dr. H. Abdul Moeloek mengatakan, meningitis adalah meradangnya selaput pembungkus otak (mening) karena infeksi.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Jelita Dini Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Meningitis adalah salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, sebab meningitis bisa menyebabkan penderitanya koma dan meninggal dunia.
dr Zam Zanariah Sp.S, M.Kes dari RSUD Dr. H. Abdul Moeloek mengatakan, meningitis adalah meradangnya selaput pembungkus otak (mening) karena infeksi virus maupun bakteri.
Ada dua jenis meningitis.
Pertama meningitis serosa, yakni meningitis yang disebabkan oleh bakteri.
Tonton di Sini: Risiko Kematian Akibat Meningitis
Meningitis serosa memproduksi cairan berwarna jernih
Kemudian ada meningitis purulenta yang disebabkan oleh jamur, virus atau bakteri yang menghasilkan cairan seperti cairan meningitis serosa.
"Ada juga meningitis karena periode waktu, yang disebut meningitis akut, sub akut, dan kronis," ujar dr Zam dalam Webinar Sehat Itu Indah dengan Tema Risiko Kematian Akibat Meningitis.
Gejala meningitis ada yang ringan dan berat.
Namun ada tiga gejala utama yakni sakit kepala.
Bahkan ada yang mengatakan ke dokter sakit kepala, lalu 5 jam kemudian tidak sadarkan diri.
Gejala selanjutnya adalah badannya panas, dan ada kaku kuduk.
Maksud kaku kuduk, saat dokter memeriksa pasien dalam posisi tidur, saat memeriksa kuduknya seperti ada yang menahan.
Lalu ada gejala tambahan seperti kelumpuhan, bicara cadel, kejang ringan, dan bahkan pasien bisa koma.
Selain itu akan juga muncul gejala sisa setelah meningitisnya mulai mengalami perbaikan.
Jika menemukan pasien meningitis, dokter akan menegakkan diagnostik.
Caranya dengan melakukan anamnesa, seperti mengenali gejala, pemeriksaan fisik, dan pengambilan cairan otak.
Setelah dipastikan meningitis, dokter akan meminta pasien untuk dirawat di rumah sakit untuk diberikan pengobatan.
Ada dua jenis pengobatan yakni pengobatan simptomatik yang merupakan pengobatan sesuai gejala, dan pengobatan sesuai penyebab meningitisnya. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dr-zam-zanariah-kenali-jenis-meningitis-gejala-dan-risiko-kematian-akibat-meningitis.jpg)