Lampung Barat
Giring Gajah Tanpa Pengawasan Satgas, 2 Warga Bandar Negeri Suoh Alami Luka Cukup Serius di Kaki
Sulki mengatakan peristiwa nahas tersebut bermula saat masyarakat berjumlah 18 orang melakukan pengiringan tanpa ada pendampingan dari Satgas.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Giring gajah tanpa pengawasan dari tim Satgas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), dua warga desa penyangga terluka.
Peristiwa ini terjadi di Talang Gunung Ayem Sukamarga Suoh Lampung Barat atau kawasan TNBBS, Senin (21/12/2020).
Kedua korban ini Santak (35) dan Yadi (31) warga dusun Way Tuwing Pekon Bumi Hantatai, Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat.
Kepala TNBBS Resort Suoh, Sulki mengatakan peristiwa nahas tersebut bermula saat masyarakat berjumlah 18 orang melakukan pengiringan tanpa ada pendampingan dari Satgas.
"Rombongan masyarakat melakukan pengiringan kelompok gajah bunga yang berada di talang rejo sampai ke talang anwar," kata Sulki melalui pesan singkat, Selasa (22/12/2020).
Lanjutnya, ketika gajah tersebut berposisi berada di dalam rimba tepatnya di Talang Gunung Ayem rombongan masyarakat memutuskan istirahat.
"Sekitar pukul 14.00 wib, masyarakat memutuskan untuk istirahat tidak melakukan penggiringan," jelasnya.
Namun, lanjut Sulki, rombongan gajah berbalik arah menuju ke lokasi rombongan masyarakat yang tengah beristirahat.
"Mengetahui hal tersebut rombongan masyarakat mencoba lari, tapi terjatuh dan salah satu masyarakat Santak diinjak oleh kawanan gajah," ujarnya.
"Seketika Adik ipar Santak bernama Yadi melihat kejadian tersebut langsung mencoba menolong tetapi terkena belalai gajah yang lain," imbuhnya.
Akibatnya kedua pria tersebut mengalami luka yang cukup serius di bagian kaki.
"Santak mengalami engsel ujung paha kaki kiri lepas dan engsel dengkul bergeser, sedang Yadi alami kesleo di pergelangan kaki sebelah kanan," sebutnya.
Sulki menambahkan, atas peristiwa ini pihaknya melakukan koordinasi dengan aparat Pekon.
"Kami menghimbau kepada warga untuk tidak mendekat dengan gajah," tandasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)