Breaking News:

Pilkada Bandar Lampung 2020

PDIP Tuding Ada Gratifikasi di Balik Keputusan Bawaslu Diskualifikasi Eva Dwiana-Deddy Amarullah

Mingrum menuturkan, DPP PDI Perjuangan juga turut memberikan advokasi kepada paslon Eva Dwiana-Deddy Amarullah di Mahkamah Agung (MA).

Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Mingrum Gumay menyebut ada gratifikasi di balik putusan Bawaslu Lampung mendiskualifikasi Eva Dwiana-Deddy Amarullah dalam Pilkada Bandar Lampung 2020. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Kiki Adipratama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - DPD PDI Perjuangan menuding ada indikasi gratifikasi di balik putusan majelis Bawaslu Provinsi Lampung dalam sengketa penanganan pelanggaran administrasi TSM Pilkada Bandar Lampung 2020 yang membatalkan paslon Eva Dwiana-Deddy Amarullah.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Mingrum Gumay mengatakan, institusi penegak hukum harus menyelidiki persoalan tersebut.

"Ini patut diselidiki juga ada gratifikasi. Tidak ada nuansa yang lain, tidak. Prinsipnya PDI Perjuangan tidak akan diam. Saya sudah perintahkan kepada jajarannya saya untuk selidiki," kata Mingrum Gumay, Senin (11/1/2021).

Mingrum menuturkan, DPP PDI Perjuangan juga turut memberikan advokasi kepada paslon Eva Dwiana-Deddy Amarullah di Mahkamah Agung (MA).

Baca juga: Eva Dwiana-Deddy Amarullah Didiskualifikasi, Yutuber Tarik Laporan PHP di MK

Baca juga: Eva Dwiana-Deddy Amarullah Ajukan Keberatan ke MA, Yutuber: Tidak Ada Hal yang Perlu Dikhawatirkan

DPP, sebut Mingrum, memerintahkan kepada jajaran DPD PDI Perjuangan Lampung untuk melawan tindakan semena-mena tersebut.

"Perintahnya dari DPP partai, kalo lawan ya dilawan. Jadi jangan semena-mena. Kami juga minta kepada institusi penegak hukum dan pemerintah bertanggung jawab agar proses demokrasi ini berjalan stabil dan dinamis," jelas Mingrum.

Mingrum mengaku, pihaknya memiliki catatan khusus tentang kinerja Bawaslu Lampung.

Menurut dia, dalam Pilgub Lampung 2019 lalu banyak catatan hitam Bawaslu Lampung yang diperoleh panitia khusus (pansus).

"Kita punya catatan ya dalam kasus Pilgub Lampung. Saya ketua pansusnya. Ini bukan tuduhan, tapi indikasi mengarah ke sana bisa jadi terjadi lagi," ungkap pria yang menjabat ketua DPRD Lampung ini.

Baca juga: Tunggu Azan Magrib, Karyawati Toko di Antasari Bandar Lampung Tak Sadar Motornya Raib

Baca juga: Akhirnya 2 Kampung di Bandar Lampung Ini Terhubung dengan Jembatan Sumbangan PT KAI

Halaman
12
Penulis: kiki adipratama
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved