Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Kasus Stunting di Lampung Selatan 3,6 Persen

Angka kasus stunting di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2020 mengalami penurunan.

Tribun Lampung/Dodi Kurniawan
Ilustrasi Grafis Stunting 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Angka kasus stunting di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2020 mengalami penurunan.

Berdasarkan data Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat, angka stunting di Lampung Selatan tahun 2020 mencapai 3,6 persen. Jumlah ini turun dari tahun 2019 sebanyak 5,6 persen.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Devi Arminanto mengatakan, untuk pengukuran kasus stunting didasarkan pada tinggi badan dan berat badan pada bayi usia di bawah 2 tahun.

Baca juga: Pringsewu Anggarakan Dana Rp 6 Miliar Tangani Kasus Stunting  untuk Tahun 2021 

Target sasarannya 84.803 bayi yang ada di 260 desa di Lampung Selatan. Adapun realisasi pengukurannya dilaksanakan pada 77.695 bayi, atau 91 persen dari total target.

"Penentuan stunting ini berdasarkan standar perhitungan antropometri Diutamakan mengukur panjang bayi 48 cm dan berat 2,5 kilogram," kata Devi, Rabu (13/1).

Tahun 2020, lanjutnya, ada 17 lokus desa yang ada kasus stuntingnya. Sementara pada tahun 2019 ada 10 desa. Sehingga total jumlah desa lokus stunting berjumlah 37 desa.

Baca juga: Cegah Stunting di Lampung Timur, GGF Kembali Luncurkan Program Great Indonesia

Devi mengatakan, untuk tahun 2021 pihaknya bersama Duta Swasembada Gizi Lampung Selatan,

Winarni Nanang Ermanto dan stakeholder terkait masih akan menggencarkan program yang berkenaan dengan penekanan kasus stunting.

Menurut dirnya, dalam setiap tahun pihaknya rutin menimbang berat dan mengukur tinggi badan bayi bawah usia dua tahun (batuta). Supaya kalau ditemukan dapat cepat segera ditangani.

"Kegiatan itu dilakukan setahun dua kali, yakni di Febuari dan Agustus. Yang melakukan tindakan yakni kawan-kawan di Posyandu," ujar dirinya.

Libatkan Dunia Usaha

Pemkab Lampung Selatan menargetkan tahun 2023 Lamsel bisa bebas kasus stunting. Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Nanang Ermanto meminta kepada ogranisasi perangkat daerah dan desa untuk berkomitmen mewujudkan target tersebut.

Nanang mengatakan, tugas menurunkan angka kasus stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas kesehatan, namun seluruh OPD dan desa. Bahkan keterlibatan dunia usaha juga sangat penting.

"Target ini tidak akan tercapai jika tidak ada kebersamaan. Tidak hanya dinas kesehatan yang bertanggung jawab, tetapi juga OPD lainnya perlu mendukung, termasuk desa," kata Nanang,

Dirinya menginginkan program terpadu yang dihasilkan pada kegiatan rembuk stunting. Tujuannya target untuk terus menekan angka kasus stunting setiap tahunnya dapat dicapai.(ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved