Breaking News:

Advertorial

ALFI/ILFA Lampung Berharap Program CEISA 4.0 Ada Evaluasi Agar Dweeling Time Tidak Lama

ALFI/ILFA DPW Lampung berharap penggunaan CEISA 4.0 akan lebih mempermudah dan mempercepat proses kepabeanan.

Dokumentasi
ALFI/ILFA Lampung Berharap Program CEISA 4.0 Ada Evaluasi Agar Dweeling Time Tidak Lama 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dirjen Bea dan Cukai akhir tahun lalu telah memberlakukan perubahan system layanan impor di beberapa pelabuhan di Indonesia, termasuk salah satunya di Pelabuhan Panjang.

System aplikasi layanan impor bea cukai dari sebelumnya menggunakan modul EDI PIB 2.0 beralih menggunakan program CEISA 4.0 yang merupakan web base yang diakses melalui website https://portal.beacukai.go.id/portal/login.

Mandatori perubahan tersebut mulai berlaku 23 November 2020, di mana sosialisasi dilakukan melalui Zoom meeting pada 10 November 2020.

Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Centralized Integrated Inter-Connected Automated (CEISA) 4.0 ini diharapkan dapat menjadi driver bagi penentuan arah kebijakan, baik di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) maupun secara nasional.

Transformasi layanan menggunakan Teknologi Informasi (IT) diharapkan dapat menyederhanakan dan mempercepat proses bisnis, mengurangi human error, serta memudahkan user penggunanya.

Terkait hal itu, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/Indonesian Forwarders Association: ILFA) DPW Lampung menyatakan selalu mendukung setiap inovasi pelayanan Bea Cukai dalam mempermudah proses dan aktifitas kepabeanan, termasuk salah satunya pengembangan dan implementasi CEISA 4.0 ini.

ALFI/ILFA DPW Lampung berharap penggunaan CEISA 4.0 akan lebih mempermudah dan mempercepat proses kepabeanan, sehingga arus barang dapat lebih lancar dan mengurangi biaya yang disebabkan lamanya dwelling time di pelabuhan.

Akan tetapi, menurut Ketua Umum ALFI/ILFA DPW Lampung Zamzani Yasin, sejak diterapkan pada November 2020 hingga sekarang, program tersebut kerap menemui kendala dan masalah.

Menurutnya, saat ini kendala yang ditemui pada penggunaan CEISA 4.0 menjadi kontra produktif dengan tujuan awalnya untuk menyederhanakan dan mempercepat proses customs clearances.

Justru, kata dia, saat ini CEISA 4.0 di Pelabuhan Panjang menjadi salah satu penyebab lamanya waktu pengeluaran barang di Pelabuhan (dweeling time).

Halaman
12
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved