Breaking News:

Lampung Selatan

Ribuan Burung Liar Tanpa Dokumen Resmi Diamankan KSKP Bakauheni Lampung Selatan

KSKP Bakauheni kembali mengamankan upaya penyelundupan ribuan burung liar yang tidak dilengkapi dokumen resmi.

Dokumentasi KSKP Bakauheni
KSKP Bakauheni kembali mengamankan upaya penyelundupan ribuan burung liar yang tidak dilengkapi dokumen resmi, Minggu (24/1/2021) dini hari. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – KSKP Bakauheni kembali mengamankan upaya penyelundupan ribuan burung liar yang tidak dilengkapi dokumen resmi.

Ribuan burung liar ini rencananya hendak dikirim ke pulau Jawa.

Petugas mengamankan ribuan burung liar dalam pemeriksaan rutin di Sea Port Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (24/1/2021) dini hari.

Bertambah 10 Kasus Baru Covid-19 dan 2 Kematian di Lampung Selatan

Kejati Panggil Sejumlah ASN Lampung Selatan Terkait Kasus Dugaan Pemerasan

Ribuan burung liar ini diangkut menggunkaan truk colt disel BE 8138 IT yang dikemudikan oleh M Hilal Alamahfur (24), warga Gunung Sugih, Lampung Tengah

Kapol KSKP Bakauheni, AKP Ferdiansyah mengatakan, ribuan burung liar yang diamankan tersebut dimasukkan dalam 70 keranjang buah.

Ribuan burung ini, kata Ferdiansyah, berdasarkan keterangan sopir truk, dibawa dari Bandar Jaya dan hendak dikirim ke Jakarta, tanpa dokumen resmi.

“Sopir dan barang bukti ribuan burung liar kami amankan di KSKP Bakauheni,” kata AKP Ferdiansyah, Minggu.

Total burung yang diamankan sebanyak 2.023 ekor.

Terdiri dari jenis cicak keeling, lalu jalak kebo, ciblek, pleci, glatik baru, siri besar, poksai mandarin, sipanca, kutilang batik dan siri kecil.

Selain Burung Liar, KSKP Bakauheni Sempat Amankan Reptil tanpa Dokumen

2 Bulan KSKP Bakauheni 3 Kali Amankan Ribuan Burung Liar

“Sopir truk yang membawa ribuan burung liar ini tidak bisa menunjukan dokumen resmi yang dipersyaratkan."

"Hal tersebut sesuai UU nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan,” ujar AKP Ferdiyansyah.

Pengiriman burung liar tanpa dokumen ini, sebut Ferdiansyah, melanggar UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam.

Untuk penanganan lebih lanjut, imbuh Ferdiansyah, KSKP Bakauheni berkoordinasi ke Balai Karantina Kelas I Bandar Lampung Wilker Bakauheni.

(Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved