Bandar Lampung
Jalan Saburai dan Gemini Rajabasa Jaya Sudah 10 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
Apabila hujan turun, air pasti menggenangi jalan hingga menyerupai kubangan sawah.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jalan Saburai dan Gemini Rajabasa Jaya sudah 10 tahun tidak perbaikan.
Warga Rajabasa Jaya Hartono saat ditemui Tribunlampung.co.id, Selasa (26/1/2020) mengatakan jika jalanan tempatnya itu sudah bertahun-tahun tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.
Apabila hujan turun, air pasti menggenangi jalan di depan rumah hingga menyerupai kubangan sawah.
"Kami warga Kelurahan Rajabasa Jaya meminta pak Wali Kota Herman HN untuk memperhatikan jalan kami yang rusak ini, " kata Hartono.
Karena hal ini, terusnya, sangat menganggu mobilitas pengendara yang melintasi ketika jalan ini rusak, kalau tidak hati-hati bisa terpeleset.
Dengan kedalaman kubangan seperti sawah itu sekitar 20 cm meter dan cukup dalam dan jalanan tersebut licin.
Kemudian sebaliknya ketika cuacanya panas maka akan menghasilkan debu yang banyak, bahkan warga terancam terkena ISPA ketika musim kemarau.
"Apalagi Jalan Saburai ini bisa tembus ke Natar Lampung Selatan, begitu juga di Jalan Gemini ini bisa tembus ke Labuhan Dalam Tanjungsenang, " kata Hartono
Terpisah, Ketua RT 03 Sukajaya Rajabasa Jaya Muin meminta kepada Wali Kota Herman HN sebelum selesai masa jabatannya sebagai orang nomor satu di kota tapis berseri ini untuk segera memperbaikin jalan rusak tersebut.
"Jangan jalan di tengah kota yang diaspal, karena warga pinggiran kota madya seperti warga di Kelurahan Rajabasa Jaya ini juga butuh perhatian oleh wali kotanya," kata Muin.
Kelurahan Rajabasa Jaya ini sangat ramai penduduknya, jika mau mengandalkan lurah setempat tidak ada pergerakannya.
Berdasarkan pantauan banyak beberapa jalan yang sudah jelek dan harus diperbaiki (aspal) ulang.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)