Lampung Barat
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Tinjau Proyek PLTM di Batu Brak
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus melakukan kunjungan kerja ke PT Tiga Oregon Putra di Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat.
Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus melakukan kunjungan kerja ke PT Tiga Oregon Putra di Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat.
Parosil Mabsus melakukan kunjungan tersebut dalam rangka meninjau dan memastikan pengerjaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM).
Dari pantauan Tribunlampung.co.id di lokasi, pengerjaan proyek tersebut masih belum rampung.
Sejumlah alat berat beserta pekerja terlihat masih terus beroperasi dalam pengerjaan proyek PLTM itu.
• Sebanyak 528 Nakes di Lampung Barat Divaksinasi Covid-19 di 15 Puskesmas
• Parosil Mabsus Disuntik Vaksin Covid-19: Lebih Sakit Digigit Semut
Dalam tinjauannya, Parosil Mabsus merasa cukup puas mengenai pengerjaan proyek PLTM tersebut.
"Pekerjaan dirasa cukup menggembirakan, saat ini progres mencapai 40-50 persen," kata Parosil Mabsus di lokasi tinjauan, Selasa (2/2/2021).
Parosil mengaku optimis, proyek tersebut bakal selesai dan dapat beroperasi di tahun 2022.
"Optimis di tahun 2022 sudah dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kebutuhan daya listrik yang ada di Lampung," ujar Parosil Mabsus.
Parosil menghendaki, masyarakat dapat mendukung penuh proyek pembangunan PLTM yang sedang dikerjakan oleh PT Tiga Oregon Putra.
"Kita harus mendukung penuh," ucap Parosil Mabsus.
• Melonjak Tajam, Covid-19 di Lampung Barat Bertambah 31 Kasus
• Cerita Guru di Lampung Barat, Terobos Kabut dan Jalan Becek Demi Cerdaskan Anak Bangsa
Menurutnya, proyek pembangunan PLTM itu merupakan kepentingan bersama.
"Kepentingannya bukan hanya PT Tiga Oregon Putra, tetapi ini merupakan program nasional dan kebutuhan masyarakat Lampung Barat," ungkap Parosil Mabsus.
Dari proyek PLTM itu, lanjut Parosil, banyak manfaat yang akan dirasakan.
Di antaranya, berupa listrik yang mengaliri rumah-rumah penduduk, perbaikan atau pembangunan jalan, bahkan fasilitas kesehatan dari perusahaan.
Siap Fasilitasi
Dalam pengerjaannya, proyek tersebut menimbulkan persoalan di tengah-tengah masyarakat.
Utamanya masyarakat Pekon Balak dan Pekon Kegeringan yang merupakan tempat berlangsungnya pengerjaan proyek PLTM itu.
Sejumlah masyarakat mengeluhkan aktivitas perusahaan yang berdampak pada kerusakan, berupa longsor akibat penyempitan aliran sungai, jalanan yang rusak, hingga rusaknya kebun warga.
"Terkait jalanan rusak, saya belum melakukan peninjauan secara langsung di mana saja spot-spot jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat," kata Parosil Mabsus.
Namun, ia mengaku, sudah ada pembicaraan dengan pihak perusahan mengenai jalanan rusak di Pekon Kota Besi, Batu Brak, Lampung Barat.
"Perusahaan sudah melakukan pembicaraan dengan bupati, nanti akan kita selesaikan mana saja yang rusak," ungkapnya.
Sedangkan, jalan rusak yang menghubungkan Pekon Sukabumi, Batu Brak menuju Suoh, terus Parosil, sedang ditangani pihak Pemprov Lampung.
"Sebetulnya, dari kapasitas tonase kendaraan sudah sesuai standar tonase jalan," ujar Parosil Mabsus.
"Jadi, sekarang provinsi sedang melakukan penanganan kerusakan jalan," sambungnya.
Ketika ditanyakan mengenai dugaan longsor akibat aktivitas PT Tiga Oregon Putra yang mengenai perkebunan warga, Parosil mengaku, siap memfasilitasi untuk dilakukan mediasi antarpihak pemangku kepentingan.
"Apabila memang diakibatkan aktivitas dari PT Tiga Oregon Putra, maka akan kita fasilitasi untuk melakukan mediasi," terangnya.
Ia mengharapkan, pengerjaan proyek PLTM tersebut tidak boleh berhenti dan masyarakat bersedia memberikan dukungannya.
Jika ditemui kendala, ia meminta, semua pihak pemangku kepentingan menyelesaikannya secara baik-baik.
"Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan," tutupnya.
( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bupati-lampung-barat-parosil-mabsus-tinjau-proyek-pltm-di-batu-brak.jpg)