Berita Nasional
Viral Air Banjir Berwarna Merah Darah Gegerkan Warga Pekalongan
Aparat Kepolisian Polsek Pekalongan Selatan , Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengungkap penyebab warna merah pada air banjir di Kelurahan Jenggot.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Aparat Kepolisian Polsek Pekalongan Selatan , Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengungkap penyebab warna merah pada air banjir di Kelurahan Jenggot, Pekalongan Selatan.
Dari hasil penelusuran, warna merah pada air karena pewarna batik.
"Obat batik berwarna merah ini ditemukan di sekitar lokasi banjir."
"Di mana juragan-juragan batik sudah membungkus obat batik, namun karena banjir mereka tidak mengontrol karena tidak berproduksi."
• Sosok Pencipta Lagu Terpesona yang Meledak di Media Sosial, Baru Viral setelah 25 Tahun
• Kakak Korban Curiga, Kasus Guru Ngaji Bunuh Tetangga di Bekasi Akhirnya Terbongkar
"Obat batiknya terbawa banjir," kata Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Basuki, Sabtu (6/2/2021).
Polisi menyita satu kilogram pewarna batik di dalam plastik yang sudah sobek dan isinya sebagian sudah habis.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi.
Saksikan video berita selengkapnya di bawah ini
"Kami memeriksa sejumlah warga, lurah untuk mengetahui asal muasal kejadian," tambah dia. Banjir air berwarna merah di Kelurahan Jenggot berlangsung hanya dalam hitungan jam.
Kini banjir tak lagi terlihat karena sudah surut.
Sebelumnya diberitakan, warga Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, digegerkan dengan air banjir berwarna merah.
Lurah Jenggot Taibin mengatakan, berdasarkan informasi, air banjir yang berwarna merah diduga karena ada warga yang sengaja membuang bahan pewarna batik.
"Ada yang sengaja membuang obat batik, jadi itu bukan limbah batik. Karena sejak kemarin wilayah Jenggot dan sekitarnya tidak ada aktivitas produksi jadi tidak ada limbah Apalagi hari ini hujan sejak malam," tuturnya.
• Viral Bocah Tak Pakai Baju Duduk di Lantai Bilik ATM, Kecapaian Sehabis Bekerja
• Viral Suami Istri Meninggal Hampir Bersamaan, Selisih 2 Jam
Taibin mengaku sampai saat ini belum mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut. "Saya dapat info itu obat sisa yang dibuang. Saya sedang cari informasi siapa pelakunya," ungkap Taibin. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Banjir Berwarna Merah yang Membuat Geger Warga Pekalongan...
Videografer Tribunlampung.co.id / Wahyu Iskandar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/viral-air-banjir-berwarna-merah-darah-gegerkan-warga-pekalongan-ini-penyebabnya.jpg)