Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Pos Pengamatan: Gunung Anak Krakatau Timbulkan 1 Gempa Vulkanik Dangkal

Pos Pengamatan GAK Badan Geologi, PVMBG Kementerian ESDM tetap mencatat adanya aktivitas kegempaan.

twitter/@BNPB_Indonesia
ILUSTRASI Rekaman CCTV letusan Gunung Anak Krakatau pada Jumat (10/4/2020) malam. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI - Meski aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) relatif normal, namun data pada Magma Vulcanic Activity Report (VAR) Pos Pengamatan GAK Badan Geologi, PVMBG Kementerian ESDM tetap mencatat adanya aktivitas kegempaan.

Penanggungjawab Pos Pantau GAK di Desa Hargopancuran, Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan, secara umum aktivitas GAK terpantau normal.

Dari CCTV pada Lava 93 teramati adanya asap putih tipis dengan ketinggian 25-50 meter pada kawah.

Gunung Anak Krakatau Terpantau Keluarkan Asap Putih

Sedangkan untuk aktivitas kegempaan pada Minggu (7/2) kemarin, tercatat adanya gempa hembusan sebanyak 2 kali dengan amplitudo 28-30 mm dan durasi 27-41 detik. Juga teramati adanya gempa low frekuensi sebanyak 11 kali dengan amplitudo 10-27 mm dan durasi 4-12 detik.

"Juga ada gempa vulkanik dangkal sebanyak 1 kali dengan amplitudo 16 mm dan durasi 7 detik," kata Andi Suardi, Senin (8/2).

Petugas Pemantau Gunung Anak Krakatau Tak Dengar Suara Dentuman

Terpantau juga adanya gempa vulkanik dalam sebanyak 2 kali dengan amplitudo 34-35 mm, S-P: 0,8-0,9 detik dan durasi 7-12 detik.

Untuk gepa microtremor terekam dengan amplitudo 1-38 mm (dominan 8 mm).

Andi menegaskan untuk status GAK masih pada level II/waspada. Nelayan dan warga tidak diperbolehkan mendekati gunung api yang sempat erupsi yang mengakibatkan tsunami Selat Sunda pada akhir 2018 lalu pada jarak 2 km. (ded)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved