Tribun Lampung Selatan
Gunung Anak Krakatau Terpantau Keluarkan Asap Putih
Tetapi pada CCTV yang terpasang di Gunung Anak Krakatau, pada lava 93 teramati asap putih tipis dengan ketinggian 25-50 meter.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) masih fluktuatif.
Gempa embusan dengan frekuensi rendah dan gempa vulkanik kerap terekam pada data seismograf.
Andi Suardi, penanggung jawab Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, mengatakan, secara visual aktivitas gunung tersebut tidak teramati karena tertutup kabut.
Tetapi pada CCTV yang terpasang di Gunung Anak Krakatau, pada lava 93 teramati asap putih tipis dengan ketinggian 25-50 meter.
Dari data Magma VAR Badan Geologi, PVMBG Pos Pantau GAK Kementerian ESDM, terpantau ada aktivitas gempa embusan dengan jumlah 23 kali dan amplitudo 12-35 mm dengan durasi 18-65 detik.
“Untuk gempa embusan masih suka terjadi. Tapi secara umum aktivitas Gunung Anak Krakatau relatif tenang,” ujar Andi kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (7/11/2020).
Baca juga: Gempa di Barat Daya Lampung Selatan Tidak Berpengaruh pada Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Baca juga: Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau Pasca Meletus
Terpantau pula adanya gempa frekuensi rendah sebanyak 13 kali dengan amplitudo 12-27 mm dan durasi 9-27 detik.
Lalu gempa vulkanik dalam sebanyak 1 kali dengan amplitudo 42 m, S-P 2 detik dan durasi 16 detik.
Masih terpantau adanya gempa mikrotremor (tremor menerus) dengan amplitudo 1-38 mm (dominan 3 mm).
Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada level 2 atau waspada.
Nelayan dan pengunjung dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 2 kilometer. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gunung-anak-krakatau-erupsi-lagi-5.jpg)