Tribun Lampung Selatan
Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau Pasca Meletus
Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai menurun pasca mengalami dua kali letusan pada Jumat (10/4/2020) malam lalu.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai menurun pasca mengalami dua kali letusan pada Jumat (10/4/2020) malam lalu.
Dari data Badan Geologi, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, Pos Pantau GAK, Minggu (12/4/2020), sejak pagi hingga siang tidak terpantau adanya letusan.
Penanggung Jawab Pos Pantau GAK Andi Suardi mengatakan, terjadi satu embusan dengan amplitudo 9 mm dan durasi 11 detik.
Juga terpantau adanya gempa sebanyak 2 kali dengan amplitudo 5-7 mm dan durasi 7-9 detik.
• Erupsi GAK, hingga Sabtu Siang Terjadi 4 Kali Letusan dan 2 Kali Gempa Low Frekuensi
• Gunung Anak Krakatau Masih Meletus Sabtu 11 April 2020 Pagi, Begini Kondisi Terakhir GAK
• PDP Corona asal Lampung Utara Meninggal Dunia, tapi Bukan karena Covid-19
• Bupati Pringsewu Sujadi Pantau Corona lewat Vicon
“Untuk gempa mikrotremor terekam dengan amplitudo 0,5-5 mm (dominan 1 mm),” kata dia.
Sejauh ini gunung api yang berada di Selat Sunda itu masih berstatus waspada (level II).
Nelayan dan wisatawan dilarang mendekati GAK dalam radius 2 kilometer.
GAK sempat mengalami erupsi pada Jumat malam.
Erupi pertama terjadi pukul 21.58 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan tebal ke arah selatan.
Letusan kedua terjadi pada pukul 22.35 WIB.
Ketinggian kolom abu mencapai 500 meter dari puncak.
Kolom abu ini teramati memiliki intensitas sedang dan tebal ke arah utara.
Erupsi ini terekam alat sesmograf memiliki amplitudo 40 mm dan durasi mencapai 2.248 detik. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/gunung-anak-krakatau-meletus-gak.jpg)