Berita Nasional

Prediksi Indonesia Bisa Bebas Covid-19 10 Tahun Lagi, Jendral Moeldoko Minta Bloomberg Belajar Dulu!

Baru-baru ini media asal Amerika Bloomberg, menghitung proses vaksinasi di Indonesia masih kalah cepat dari beberapa negara lain.

Editor: Teguh Prasetyo
Moeldoko 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Baru-baru ini media asal Amerika Bloomberg, menghitung proses vaksinasi di Indonesia masih kalah cepat dari beberapa negara lain.

Bloomberg memprediksi, dengan tingkat vaksinasi saat ini, Indonesia baru bisa menjangkau 75 persen vaksinasi populasi, dengan dua dosis vaksin dan mengakhiri pandemi sekitar 10 tahun lagi.

Indonesia tidak sendiri, dengan analisis yang serupa, India dan Rusia juga memiliki waktu estimasi sama, yakni menunggu hingga satu dekade lamanya.

Vaksin Covid-19 untuk Lansia, di Bandar Lampung Ada 116 Ribu Orang

Prediksi itu diambil setelah Bloomberg membangun basis data suntikan vaksinasi Covid-19 terbesar yang diberikan di seluruh dunia, dengan lebih dari 119 juta dosis diberikan di seluruh dunia.

Disebutkan Bloomberg (5/2/2021), salah satu jalan yang ditempuh untuk mengakhiri pandemi adalah dengan melakukan vaksinasi massal agar bisa kembali ke kehidupan normal.

Namun, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang sudah dijalankan mulai pertengahan Januari 2021, dirasa belum maksimal.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyebut perhitungan Bloomberg berlebihan.

"Suruh belajar sini dulu lah Bloomberg itu," kata Moeldoko dalam Webinar Jurnalisme Berkualitas' untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021, Minggu (7/2/2021).

Moeldoko masih ingat bagaimana Presiden Jokowi ingin penanganan pandemi Covid-19 selesai dalam waktu 1,5 tahun.

"Kemarin dalam sidang kabinet sudah dipikirkan bagaimana keinginan Pak Jokowi untuk secepatnya setahun setengah," ucap Moeldoko.

Nakes RSUD Pringsewu Meninggal Dunia, 10 Hari Jalani Isolasi karena Positif Covid-19

Dia menyebut, bahkan penanganan akan lebih cepat lagi dilakukan jika produksi vaksin Indonesia segera selesai.

Terlebih, tambahnya, soal adanya rencana vaksin dalam negeri yang juga akan diproduksi.

"Kalau vaksin merah putih sudah berproduksi tahun 2022 itu lebih cepat lagi," tuturnya.

Sementara, Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menuturkan, analisis Bloomberg bisa saja benar dan tentu bisa saja salah.

Zubairi mengatakan, Amerika Serikat yang notabene sebagai negara maju dan kaya, sampai saat ini belum mampu bebas dari Influenza, padahal vaksin influenza sudah ditemukan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved