Breaking News:

Road to Tribun Lampung Awards 2021

No Rapid No Meeting, Konsep Pengendalian Covid-19 di Tulangbawang

Kabupaten Tulangbawang menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang bertahan cukup lama di zona kuning dalam kasus Covid-19.

Tribunlampung.co.id / Endra
Bupati Tulangbawang Winarti melantik pejabat eselon III dan IV di lapangan BMW Sport Center Menggala, beberapa waktu lalu. Kegiatan di ruang terbuka ini menjadi salah satu upaya menekan penyebaran Covid 19 di Tulangbawang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Kabupaten Tulangbawang menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang bertahan cukup lama di zona kuning dalam kasus Covid-19.

Meskipun sempat naik ke zona oranye, grafik rata-rata di zona oranye tidak bertahan lama, dan kembali turun ke zona kuning.

Ini menandakan bahwa penyebaran Covid-19 di wilayah Tulangbawang masih bisa dikendalikan dengan cukup baik.

Ini tidak terlepas dari upaya yang dilakukan Satgas Covid-19 Tulangbawang dibawah komando Bupati Winarti untuk memperketat protokol kesehatan di semua lini.

Baca juga: 60 Ribu Lansia di Lampung Selatan Diusulkan Ikut Vaksinasi Covid-19 di Bulan April

Baca juga: 97 Anggota Kodim 0412 Lampung Utara Divaksin Covid-19

Tidak sekadar imbauan, tapi juga upaya penegakan protokol kesehatan kepada masyarakat umum maupun pejabat di lingkup Pemkab Tulangbawang.

Winarti bahkan di setiap kunjungan dan kegiatan apa pun tidak memperbolehkan untuk menggelar acara di ruang tertutup.

Sebisa mungkin, dia menyelenggarakan acara di ruang terbuka.

Winarti mengatakan, setiap kali berkunjung atau ada kunjungan tamu, wajib hukumnya untuk selalu dilakukan rapid test terlebih dahulu sesuai prosedur Satgas Covid 19 Tulangbawang.

Ini sesuai panduan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan atau cleanliness, health, safety, dan environment (CHSE) dari Kementerian Pariwisata.

"Kita memiliki konsep kegiatan no rapid no meeting. Sebagai langkah proteksi sejak dini, setiap kegiatan sebisa mungkin dilakukan di ruang terbuka," kata Winarti.

Di lingkup masyarakat luas, Winarti telah mengeluarkan surat edaran untuk melarang pelaksanaan pesta hajatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Sanksi tegas disiapkan untuk menindak pelanggar ketetatapan itu.

"Demi terselenggaranya 25 Program Bergerak Melayani Warga (BMW) di masa pandemi ini, kita tetap menggeber program ini demi terciptanya kesejahteraan masyarakat dengan menerapkan prokes yang sangat ketat," tandas Winarti. ( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved