Kuliner
Kuliner Jogja, Daftar Kuliner Tradisional Khas Jogja yang Hampir Punah
Sebagai kota yang memiliki banyak wisata kuliner, Yogyakarta menyimpan banyak kuliner tradisional. Namun beberapa di antaranya sudah mulai punah
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Riyo Pratama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yogyakarta memang punya daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Bukan hanya soal wisata alamnya, melainkan juga kuliner khas Jogja yang ada di di sana.
Tak hanya gudeg, ada banyak kuliner Jogja yang bisa ditemui di kota pelajar ini.
Bahkan, beberapa di antaranya pun ada yang hampir punah.
Melansir dari Tribun Jogja, berikut daftar kuliner tradisional khas Jogja yang hampir punah menurut buku 'Kuliner Yogyakarta Pantas Dikenang Sepanjang Masa' karya Murdijati Gardjito dkk.
Baca juga: Kuliner Jakarta, 3 Rekomendasi Restoran Sajikan Bumbu Mala, Simak Alamat Lengkapnya
Baca juga: Kuliner Jakarta, Rekomendasi Olahan Daging Kambing Enak di Jakarta
1. Apem di Pasar Ngasem
Salah satu pusat penjualan apem di Yogyakarta adalah di Pasar Ngasem salah satu pasar kuno yang ada sejak tahun 1925.
Yang unik, hingga saat ini di Pasar Ngasem masih ada penjual apem kue tradisional yang selalu ada di berbagai ritual masyarakat Yogyakarta.
Apem Pasar Ngasem digemari sebagai kudapan sehari-hari.
Tak heran jika apem di Pasar Ngasem selalu terjual habis.
Rasanya manis, legit, gurih, dan mengenyangkan. Jika ingin lebih enak lagi, saat pesan apem bisa dengan tambahan telur.
Baca juga: Kuliner Jogja, Rekomendasi Kuliner Murah di Kawasan Maliboro
Baca juga: Kuliner Lampung, Kedai Robusta Wawai yang Artistik di Lampung Timur
2. Kethak blondo
Kethak blondo adalah ampas pengolahan minyak kelapa yang pembuatannya dengan cara proses pemanasan santan.
Jika santan dipanaskan, maka akan terpisah antara air yang menguap dan menyisakan minyak kelapa dan bahan padat warna putih yang kecoklatan yang populer disebut kethak atau blondo.
Tanpa dibumbui, blondo memiliki rasa gurih dan sedikit manis serta memiliki aroma yang harus.
Biasanya blondo dibumbui dengan bawang putih, cabai, dan sedikit garam.
Blondo pun siap disajikan dengan nasi hangat dan lauk pauk lainnya.
Selain untuk lauk pauk, blondok biasanya sering digunakan untuk campuran 'areh' salah satu komponen dari gudeg.
Kethak blondo juga bisa dibumbui dengan gula yang disebut dengan kethak manis.
Biasanya kethak manis dimakan dengan geblek makanan khas Kulonprogo yang terbuat dari ketela pohon.
3. Growol
Growol adalah makanan khas dari Kulonprogo yang terbuat dari singkong.
Makanan ini dibungkus dengan daun pisang. Proses pembuatannya cukup panjang.
Awalnya singkong yang telah dikupas dicuci bersih lalu direndam selama 3 hari tiga malam tanpa diganti airnya.
Setelah lunak dan mengeluarkan bau asam karena fermentasi, singkong dicuci bersih dan dicacah atau ditumbuk halus.
Lalu singkong yang sudah halus dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang.
Rasa growol unik yakni tawar dan sedikit asam. Biasanya akn dinikmati dengan besengek tempe benguk atau kethak blondo.
4. Besengek tempe benguk
Besengek tempe benguk berbahan dasar tempe yang dimasak dengn santan yang dibumbui besengek.
Besengek adalah masakan dengan bersantan dengan bumbu dasar putih yakni bawang putih, bawang merah, ketumbar, kemiri, dan bumbu segarnya daun salam, laos, sereh, dan daun jeruk purut.
Tempe dimasak santan dengan api kecil hingga tempe lunak dan beraroma bumbu yang kuat.
Biasanya besengek tempe benguk dimakan dengan geblek.
Geblek adalah makanan yang berbahan ketela atau tapioka yang tawar dan digoreng lebih dahulu sebelum disajikan.
Tempe dimasak santan dengan api kecil hingga tempe lunak dan beraroma bumbu yang kuat.
Biasanya besengek tempe benguk dimakan dengan geblek.
Geblek adalah makanan yang berbahan ketela atau tapioka yang tawar dan digoreng lebih dahulu sebelum disajikan.
Baca juga: Kuliner Lampung, Ada Bakso Lava Lobster di Lampung Utara
Itulah daftar kuliner khas Jogja yang hampir punah. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kuliner-jogja-yang-hampir-punah.jpg)