Lampung Utara

Warga Lampung Utara Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg: Kalau pun Ada Jumlahnya Nggak Banyak

Sejumlah warga di Kotabumi mengeluhkan Kelangkaan gas Elpiji 3 Kilogram yang kembali terjadi di Kotabumi, Lampung Utara. 

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Anung
Warga tengah menaruh tabung gas elpiji 3 kg di sebuah warung. Warga Lampung Utara Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg: Kalau Ada Jumlahnya Nggak Banyak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Sejumlah warga di Kotabumi mengeluhkan Kelangkaan gas Elpiji 3 Kilogram yang kembali terjadi di Kotabumi, Lampung Utara. 

Seperti diutarakan Tati, warga jalan Garuda, Kotabumi Selatan.

Dirinya mengaku mulai kesulitan memperoleh gas 3 kg sejak sepekan terakhir.

Padahal gas tersebut sangat diperlukan dalam menjalani rutinitasnya sebagai seorang ibu rumah tangga.

Hampir semingguan gas melon mulai susah ditemukan di warung.

"Kalau pun ada jumlahnya juga nggak banyak. Begitu pula dengan harganya. Biasanya mereka jual dengan harga mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per tabungnya," katanya, Selasa 16 Maret 2021.

Senada disampaikan Azizah warga lainnya.

Menurutnya hanya untuk bisa memperoleh gas, dirinya harus terlebih dahulu memesan kepada sang pemilik warung.

Mereka beralasan ketika gas datang, nantinya hanya para pemesan lah yang dapat membeli gas tersebut.

"Jadi kita pesan dari jauh hari. Begitu gas ada baru diambil. Biasanya begitu saya belinya. Untuk harga ya memang relatif. Gas 3 Kg memang sering langka bang, saya juga kurang tahu penyebabnya," ujarnya.

Pranata, seorang warga lainnya menuturkan pagi ini saja, dirinya sudah mencari gas melon tersebut sudah di lima warung, hasilnya nihil. 

Hendri selaku Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara mengatakan, pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mencari tahu ihwal terjadinya kelangkaan tabung gas berukuran kecil tersebut.

"Dalam waktu dekat kita bersama pihak Pertamina akan turun ke bawah. Dengan begitu bila ada temuan di lapangan, bisa kita ambil tindakan tegas. Sehingga kemungkinan adanya potensi oknum yang bermain dapat diminimalisir," kata dia.

Ia pun tak menampik, bila saat ini memang terjadi kelangkaan tabung gas melon di sejumlah wilayah kota dalam beberapa hari terakhir.

Hanya saja bicara sanksi, ia tak ingin gegabah bila nantinya didapati adanya temuan di lapangan.

Sebab Dinas Perdagangan wajib melaporkannya ke pihak terkait terlebih dahulu.

Salah satunya ialah pihak Pertamina.

( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved