Apa Itu
Apa Itu Biaya Overhead, Contoh dan Cara Menghitungnya
Mari disimak penjelasan apa itu APBN, fungsi dan tujuan penyusunan APBN di bawah ini.
Penulis: Putri Salamah | Editor: Hurri Agusto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Mari simak penjelasan apa itu APBN, fungsi dan tujuan penyusunan APBN di bawah ini.
Dalam perhitungan dan pembukuan akuntansi, seluruh biaya atau beban dalam operasional bisnis harus dicatat dengan baik, salah satunya terkait biaya overhead.
Apa itu biaya overhead?
Biaya overhead adalah biaya yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi atau pun jasa.
Baca juga: Apa Itu Puisi Rakyat, Ciri-Ciri, dan Unsurnya
Baca juga: Apa Itu Aquaphobia, Penyebab dan Ciri-cirinya
Sederhananya, biaya overhead artinya beban tambahan atau beban lain-lain.
Sebagai contoh, biaya yang tidak termasuk biaya overhead artinya biaya bahan baku dan upah biaya tenaga kerja.
Sementara yang termasuk biaya overhead antara lain pajak, biaya asuransi, biaya ATK, biaya sewa, biaya keamanan, dan sebagainya.
Pengelompokan arti biaya overhead sendiri dilakukan untuk memudahkan pengawasan pengeluaran biaya dalam pembukuan sehingga nantinya bisa memudahkan perencanaan anggaran.
Dengan menetapkan biaya overhead, maka perusahaan akan lebih mudah mengetahui rincian alokasi dana yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi atau jasa.
Hal ini penting untuk melakukan efisiensi dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
Baca juga: Apa Itu Hikayat
Baca juga: Apa Itu Noda Hitam, Jenis dan Penyebab Noda Hitam di Wajah
Umumnya, perusahaan membagi biaya overhead menjadi tiga yakni biaya overhead tetap, biaya overhead variabel, dan biaya overhead semi-variabel.
Cara menghitung biaya overhead paling mudah adalah dengan terlebih dahulu menentukan biaya-biaya apa saja yang terkait langsung dengan proses produksi barang atau jasa.
Setelah dipisahkan, biaya-biaya yang tidak terkait dengan biaya langsung terkait produksi bisa dikategorikan sebagai biaya overhead pabrik.
Selanjutnya untuk menghitung biaya overhead dalam persentase, caranya yakni dengan menjumlah biaya tidak langsung (biaya overhead) dibagi dengan biaya langsung untuk kemudian dikalikan dengan 100 persen.
Perhitungan tersebut nantinya akan diketahui berapa besaran biaya overhead yang dikeluarkan.
Sebagai contoh apabila didapat nilai 30 persen, berarti biaya yang dikeluarkan untuk biaya overhead pabrik yakni 30 persen dari total pengeluaran.
Baca juga: Apa Itu Fabel, Ciri-ciri dan Unsurnya
Baca juga: Apa Itu Orbit
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Apa Itu Biaya Overhead, Contoh, dan Cara Menghitungnya"
Demikian penjelasan Apa Itu Biaya Overhead, Contoh dan Cara Menghitungnya. ( Tribunlampung.co.id / Putri Salamah )