Kuliner
Kuliner Semarang, 5 Makanan Kuno Semarang yang Tetap Eksis Hingga Kini
Ada banyak makanan kuno Semarang yang sejak lama bahkan usianya mencapai 100 tahun lamanya.
Penulis: Meli Yulyana | Editor: Virginia Swastika
Tidak sampai di situ, harga satu buah leker Paimo pun dijual dengan harga yang sangat murah yaitu mulai dari Rp 2 ribuan saja.
Kamu bisa mencicipi leker Paimo mulai pukul 09.00 WIB sampai habis di depan SMA Kolose Loyola, atau tepatnya di Jl Karang Anyar No. 37, Brumbungan, Semarang.

3. Nasi Pindang: Soto Sapi Gajah Mada
Sesuai dengan namanaya nasi pindang: soto sapi Gajah Mada berlokasi di Jl Gajahmada nomor 89B, Semarang.
Meski nasi pindang dikenal sebagai kuliner khas Kudus, namun nasi pindang: soto sapi Gajah Mada sudah ada sejak 1989 di Kota Semarang.
Nasi pindang adalah daging sapi yang dsajikan dengan kuah yang pekat dangan perpaduan rasa gurih dari santan, berbagai rempah hingga kluwak.
Ciri khas dari nasi pindang: soto sapi Gajah Mada adalah tekstur dagingnya yang empuk karena dipilih dari daging leher dan daging tipis yang menempel di rusuk sapi.
Dibuka mulai pukul 06.00 WIB sampai habis, satu porsi asi pindang: soto sapi Gajah Mada dibanderol dengan harga mulai Rp 17 ribu saja.

4. Es Puter Cong Lik
Beranjak dari menu makanan, di Semarang ada kuliner legenedaris yang sangat terkenal yaitu es puter Cong Lik.
Sudah diturunkan ke generasi kedua, es puter Cong Lik bahkan sudah ada sejak 1982.
Sama halnya seperti es puter pada umumnya, es puter Cong Lik memiliki tekstur yang sedikit kasar.
Selain itu ada banyak pilihan rasa es puter yang bisa kamu coba seperti dari durian, kacang, blewah, alpukat hingga leci.
Untuk bisa mendapatkan satu porsi kesegaran es puter Cong Lik ini, kamu bisa datang ke Waroeng Semawis dan Simpang Lima Semarang.

5. Babat Gongso Pak Karmin Mberok