Ramadan 2021
Apakah Donor Darah Batalkan Puasa
Simak informasi berikut ini terkait penjelasan apakah donor darah batalkan puasa atau tidak.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Riyo Pratama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kamu pernah melakukan donor darah?
Bagi sebagian orang yang pernah mendonorkan darah, mereka mengatakan bahwa donor darah memberikan manfaat.
Tapi bagaimana jika ingin donor darah saat berpuasa?
Akankah puasa kita batal jika melakukannya?
Baca juga: Tata Cara Buka Puasa, Menjelang Ramadan 2021
Baca juga: Tata Cara Mandi Junub atau Mandi Wajib, Jelang Ramadan 2021
Berikut ini merupakan penjelasan apakah donor darah batalkan puasa atau tidak.
Dilansir dari Kompas (3/5/2020), ulama sekaligus anggota Lembaga Fatwa Mesir Dr Ali Jumah dalam akun resmi YouTube-nya (15/6/2016) mengatakan, donor darah tidak membatalkan puasa.
Sebab proses donor darah dilakukan di luar tubuh manusia.
Sementara jarum yang disuntikkan untuk mengambil tidak pada dua jalan (kemaluan dan dubur), dan lubang tubuh yang berpangkal pada organ bagian dalam (jauf) lainnya.
Terminologi jauf dalam pengertian para ahli fikih meliputi lambung, usus dan kandung kemih, dan bagian dalam kepala.
Baca juga: Niat dan Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah saat Pandemi Covid-19 Ketika Ramadan 2021
Baca juga: Jelang Ramadan Petugas Disdag Metro Keliling Cek Harga Sembako
Perlu diketahui, suatu benda yang masuk tubuh akan membatalkan puasa jika sampai pada jauf melalui telinga, hidung, dan mulut.
Oleh karena itu, donor darah tidak membatalkan puasa seseorang dan ia bisa melanjutkan puasanya.
Terlebih hal yang membatalkan puasa adalah sesuatu yang masuk, bukan keluar dari tubuh dan donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang.
Meskipun hukum donor darah saat berpuasa adalah diperbolehkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Yakni asupan yang cukup saat makan sahur dan saat buka puasa sangat mempengaruhi keadaan pendonor.
Sebelum mendonorkan darah, diharapkan terlebih dahulu konsumsi makanan bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup di waktu sahur dan berbuka beberapa hari sebelum akan mendonor.
Selain itu ada juga waktu yang dianjurkan untuk donor darah di bulan Ramadan.
Seperti menurunkan risiko-risiko yang ditimbulkan oleh jumlah zat besi yang tidak seimbang dalam tubuh, yang bisa memicu berbagai penyakit serius.
Lubang Tubuh
Tak hanya mulut, memasukkan benda-benda tertentu ke dalam lubang tubuh yang berpangkal pada organ bagian dalam (jauf) secara sengaja juga dapat membatalkan puasa.
Yang dimaksud lubang yang berpangkal pada organ dalam adalah mulut, telinga, dan hidung dengan batas awal masing-masing.
Dalam mulut batas awalnya adalah tenggorokan, hidung batas awalnya adalah pangkal insang, dan telinga batasannya adalah bagian yang terlihat oleh mata.
Artinya, jika benda yang masuk ke dalam lubang tersebut belum melewati batas awalnya, maka puasa masih tetap sah.
Selain itu, masuknya benda ke dalam salah satu dua jalan (kemaluan dan dubur) juga termasuk hal yang membatalkan puasa.
Manfaat Donor Darah
Dilansir dari Tribun Jateng Rabu (17/2/2021), adapun manfaat dari donor darah, yaitu:
1. Mengurangi Jumlah Zat Besi
Zat besi memang memiliki fungsi penting dalam tubuh. Namun, saat jumlahnya terlalu banyak, ada gangguan kesehatan yang bisa Anda alami.
Gangguan itu dinamakan hemokromatosis ata penyakit yang menyebabkan jumlah zat besi yang terlalu banyak.
Mengutip dari Rasmussen College (rasmussen.edu), mengeluarkan sel darah merah bisa menurunkan risiko hemokromatosis.
Cara mengeluarkan sel darah merah tentu saja dengan mendonorkan darah secara rutin.
2. Menurunkan Risiko Serangan Jantung
Salah satu manfaat donor darah adalah menurunkan risiko serangan jantung.
Manfaat donor darah selanjutnya adalah menurunkan risiko serangan jantung.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Epidemiology, donor darah minimal setahun sekali dapat menurunkan risiko serangan jantung sebanyak 88%.
Seperti yang telah dikatakan, donor darah dapat mengurangi jumlah zat besi dalam tubuh.
Ketika jumlah zat besi berkurang, kemungkinan pembuluh darah menyempit pun dapat menurun. Hal itulah yang membuat risiko serangan jantung ikut berkurang.
3. Menjaga Kesehatan Liver
Jumlah zat besi yang terlalu banyak berpengaruh pada perlemakan hati non alkoholik.
Salah satu manfaat donor darah adalah mengurangi jumlah zat besi dalam tubuh.
Artinya, perlemakan hati non alkoholik bisa dicegah sehingga kesehatan liver tetap terjaga.
4. Menurunkan Risiko Pertumbuhan Sel Kanker
Melansir Rasmussen College, donor darah dapat menurunkan risiko pertumbuhan sel kanker.
Hasil tersebut didapat setelah dilakukan penelitian yang melibatkan pasien penyakit arteri perifer.
Penyakit arteri perifer adalah penyumbatan darah karena arteri yang mengalami penyempitan.
Hasilnya, pasien penyakit arteri perifer yang mendonorkan darahnya memiliki risiko pertumbuhan sel kanker yang lebih kecil daripada mereka yang tidak donor darah.
Baca juga: Doa Niat Mandi Junub dan Syarat Air Mandi Wajib, Jelang Ramadan 2021
Hal itu semakin menunjukkan bahwa donor darah adalah hal yang baik untuk dilakukan. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dandim-0412-lampura-letkol-inf-harry-prabowo-donor-darah.jpg)