Breaking News:

Tanggamus

Dikira Kayu Durian, Sopir Truk Tak Tahu Angkut Sonokeling Ilegal di Air Naningan

Tim gabungan Satreskrim dan Intelkam Polres Tanggamus menangkap sopir dan truk pengangkut kayu hasil illegal logging di Kecamatan Air Naningan.

Dok Polres Tanggamus
Polres Tanggamus mengamankan kayu sonokeling diduga ilegal. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Tim gabungan Satreskrim dan Intelkam Polres Tanggamus menangkap sopir dan truk pengangkut kayu hasil illegal logging di Kecamatan Air Naningan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora, sopir truk bernama Agus Sidik Purnomo (33), warga Dusun V, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

"Sopir dan truk mengangkut 39 balok kaleng kayu sonokeling ditangkap saat melintas di Pekon Air Kubang, Kamis (25/3/2021) sekitar pukul 01.30 WIB," ujar Ramon, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Jumat (26/3/2021).  

Truk Hino nopol BG 8123 H itu membawa kayu sonokeling diduga hasil pembalakan liar di wilayah Register 39, Batu Tegi, Kecamatan Air Naningan.

Penangkapan bermula saat petugas Satintelkam dan Satreskrim Polres Tanggamus mendapatkan informasi masyarakat adanya truk yang dicurigai mengangkut kayu sonokeling.

Berdasarkan informasi tersebut, dilakukan penyelidikan dan pemantauan selektif prioritas.

Lalu saat melaju di jalan lintas kecama ruas  Pekon Air Kubang, truk teridentifikasi.

Namun, tersangka mengaku tidak mengetahui bahwa yang diangkutnya merupakan kayu sonokeling.

Sebab pemesan berinisial G mengatakan kayu tersebut adalah kayu durian.

"Saat truk ekspedisi dipesan oleh G, tersangka Agus datang ke Air Naningan pada Rabu (23/3) malam. Namun dia tidak mengetahui bahwa kayu tersebut merupakan sonokeling," ujar Ramon.

Ia menambahkan, dari penangkapan tersebut, pihaknya sudah mengetahui identitas penyedia kayu, pemesan mobil truk. Selanjutnya sudah coba dilakukan penangkapan.

"Pengembangan telah dilakukan kepada pemesan truk ekspedisi tersebut yakni seorang warga Tulangbawang. Tapi yang bersangkutan sudah melarikan diri," jelas Ramon.

Untuk sementara ini tersangka Agus dalam proses pemeriksaan intensif di Polres Tanggamus.

Ia dapat dijerat pasal 83 UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Atas perbuatannya tersangka terancam hukuman maksimal lima tahun penjara. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved