Breaking News:

Universitas Lampung

Unila Siapkan Prototipe Mobil Listrik

Universitas Lampung (Unila) persiapkan prototipe mobil listrik sebagai wujud komitmen meningkatkan kesadaran green campus dan menjaga lingkungan hidup

ist
Universitas Lampung (Unila) persiapkan prototipe mobil listrik sebagai wujud komitmen meningkatkan kesadaran green campus dan menjaga lingkungan hidup dengan meminimalkan penggunaan sumber daya alam mineral. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) persiapkan prototipe mobil listrik sebagai wujud komitmen meningkatkan kesadaran green campus dan menjaga lingkungan hidup dengan meminimalkan penggunaan sumber daya alam mineral.

Melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, Unila berupaya mengelola transportasi kampus yang bertujuan untuk menekan polusi udara sekaligus mendukung pemeringkatan GreenMetric.

GreenMetric merupakan program peringkat kelas dunia berdasarkan aspek hijau kampus meliputi lingkungan kampus (pengaturan dan infrastruktur) energi, pengelolaan limbah, air, transportasi, dan pendidikan.

Materi pembuatan prototipe mobil listrik Unila dipaparkan langsung pengembang mobil listrik Fakultas Teknik (FT) Unila Martinus, M.Sc., di ruang kerja Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Prof. Suharso, Kamis, 25 Maret 2021.

Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Heryandi, S.H., M.S., Wakil Rektor BUK Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Ketua LPPM Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., Koordinator Bagian Perencanaan Masduki, S.Si., M.Ak., dan Subkoordinator Subbagian Perencanaan Susanto, S.Kom., di ruang kerja Warek PKTIK, Kamis (25/3/2021).

Mengawali pertemuan itu, Wakil Rektor BUK Prof. Asep Sukohar mengatakan, pembahasan persiapan mobil listrik Unila sudah dilakukan beberapa kali dengan mengusung rencana pengembangan solar cell.

Penggunaan sumber energi terbarukan ini tidak lain untuk menambah poin penilaian GreenMetric. Bahan-bahan yang digunakan bersumber dari bahan recycle dan berasal dari alam. Apabila diizinkan, prototipe ini diharapkan bisa mulai dikembangkan dalam waktu dekat. Bukan hanya di rektorat, namun juga di tingkat fakultas.

“Ini dilakukan untuk menunjang GreenMetric. Model yang ditawarkan seperti bentuk mobil golf,” ujarnya.

Lebih lanjut Martinus menguraikan, road map perjalanan pembuatan kendaraan berbahan bakar listrik ini sudah dimulai sejak 2016. Timnya sudah mulai mengikuti berbagai ajang perlombaan tingkat internasional dan ikut menjuarai paling tidak 10 besar Asian. Hingga akhir 2020, ia beserta tim berhasil menciptakan lima mobil listrik.

Dengan potensi yang dimiliki Lampung hari ini, Martinus berkeyakinan, timnya dapat menghasilkan kendaraan listrik komersial bertema Autonomous Vehicle dimana komponen motor listrik, krontroler, dan baterai diciptakan sendiri.

Proses produksi dimulai dari fase pembuatan rangka dan bodi dengan memanfaatkan konsep material alami yakni serat bamboo, sawit, dan ijuk yang sangat berpotensi menjaga kualitas penilaian GreenMetric Unila.

Kemudian fase pembuatan chassis dilanjutkan dengan pemotongan dan perakitan rangka dengan bahan carbon fibre/alumunium aloy. Pada fase kedua, tim menentukan jenis sistem kontroler, engine, pemilihan baterai, hingga transmisi yang digunakan.

Adapun fase akhir yakni penentuan sistem keamanan propulsi dan kelistrikan, safety belt, spesifikasi fire extinguisher, emergency shutdown, dan sistem pengereman.

Komponen yang digunakan sebisa mungkin diproduksi dalam negeri. Menggunakan kendaraan listrik berarti mengurangi kebutuhan bahan bakar minyak. Perubahan iklim dan terbatasnya sumber daya mineral menjadikan mobil listrik sebagai salah satu pilihan untuk nilai tambah pada GreenMetric saat ini.(*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved