Wawancara Eksklusif
Cara Bandara Radin Inten II Sikapi Larangan Mudik
Petikan wawancara eksklusif Tribunlampung.co.id dengan Executive General Manager Bandara Radin Inten II M Hendra Irawan, Senin (29/3/2021).
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Bagaimana layanan Bandara Radin Inten II terkait kebijakan tersebut?
Berikut petikan wawancara eksklusif Tribunlampung.co.id dengan Executive General Manager Bandara Radin Inten II M Hendra Irawan, Senin (29/3/2021).
Baca juga: Syarat Ini Harus Dipenuhi Calon Penumpang Bandara Radin Inten II
Baca juga: Pesawat Garuda Berputar 3 Kali Sebelum Mendarat di Radin Inten II Lampung, Ini Penyebabnya
Bagaimana tren arus penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II di tengah kondisi masih pandemi Covid-19 saat ini?
Dapat saya gambarkan sekilas, sepanjang Januari-Maret 2021 memang ada penurunan jika dibandingkan dengan kondisi normal.
Januari-Februari 2021 jumlah penumpang datang dan pergi di bawah 1.000 orang per hari. Di bulan Maret 2021 jumlah penumpang 1.200 orang per hari.
Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan jumlah penumpang kondisi normal yang mencapai 5 ribu orang per hari.
Meskipun jumlah penumpang menurun dibandingkan kondisi normal, di bulan Maret 2021 ada sedikit peningkatan pergerakan dibanding bulan Januari-Februari 2021. Untuk pesawat, peningkatannya 17 persen dan penumpang meningkat hampir 28 persen.
Untuk menyegarkan ingatan masyarakat, bisa jelaskan seperti apa aturan bagi calon penumpang untuk terbang?
Sesuai dengan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2021, penumpang yang terbang wajib membawa hasil tes PCR yang berlaku 3x24 jam, rapid test antigen yang berlaku 2x24 jam, atau hasil tes GeNose C19.
Tes GeNose C19 mulai ada tanggal 1 April 2021.
Namun bagaimana mekanisme tesnya, kita masih menunggu peraturannya.
Penerapan protokol kesehatannya seperti apa?
Kami konsisten untuk menerapkan konsep biosafety & biosecurity management, yang terdiri dari lima inisiatif.
Lima inisiatif itu meliputi physical distancing, health screening, passenger touchless processing, work protection, dan facility cleanliness.
Kami juga melakukan penyesuaian terhadap jam operasional. Jadi saat ini kami kurangi jam operasional. Ini merupakan bagian proteksi terhadap tenaga kerja kami.
Simak berita selengkapnya di koran Tribun Lampung edisi Selasa (30/3/2021).