Berita Nasional
Viral Dalang di Boyolali Ngamuk Hancurkan Gamelan Gara-gara Tak Boleh Pentas
Dalang Wartoyo akhirnya meluapkan kekesalannya dengan cara menghancurkan gamelan dan alat-alat pewayangan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BOYOLALI - Viral dalang di Boyolali ngamuk hancurkan gamelan dan alat wayang karena tak bisa pentas.
Ki Dalang Gondho Wartoyo yang kerap dipanggil Dalang Wartoyo furstasi karena selama satu tahun tak boleh pentas dan tak punya pemasukan.
Padahal, biasanya Dalang Wartoyo bisa pentas hingga 28 kali dalam sebulan.
Gara-gara pandemi Covid-19, pemerintah melarang gelaran pentas pewayangan karena menimbulkan kerumunan.
Dalang Wartoyo akhirnya meluapkan kekesalannya dengan cara menghancurkan gamelan dan alat-alat pewayangan.
Video Dalang Wartoyo menghancurkan gamelan menggunakan palu godam viral di media sosial.
Aksi pria 'ngamuk' menghancurkan alat-alat pentas wayang pakai palu bodem besar terekam video dan viral serta jenggemparkan Jagad maya.
Aksi tersebut sengaja direkam dan disebarkan di media sosial sebagai protes kepada pemerintah karena tidak bisa dapat izin pentas.
Video berurasi 13 detik menggambarkan detik-detik pria tersebut secara membabi buta menghancurkan alat-alanya di depan rumah.
Sembari mengayunkan palu berukuran sekitar satu meteran itu, dia sembari mengumbarkan kekesalannya karena pandemi.
"Setahun wis ora olih pentas, gamelan didol ora payu, didol rosok wae, sopo seng arep tuku..sopo seng arep tuku (setahun tidak bisa pentas, gamelan dijual tidak laku, dijual rosok saja)," katanya sembari meluapkan kekesalannya.
Usut punya usut, dia adalah pelaku seni pewayangan Ki Dalang Gondho Wartoyo.
Pria 40 tahun warga Dukuh Bulu RT 004 RW 003, Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.
Lantas kenapa Dalang Wartoyo melakukan itu?
Ya, Wartoyo sudah puluhan tahun di dunia pewayangan itu mengaku sengaja menghancurkan alat-alatnya karena protes kepada pemerintah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dalang-boyolali-ngamuk-hancurkan-gamelan.jpg)