Abuya Uci Meninggal

Profil Abuya Uci Thurtusi, Ulama Kharismatik Banten yang Meninggal Dunia Hari Ini

Abuya KH Uci Thurtusi adalah anak dari almarhum Abuya Dimyathi Cilongok.

Facebook
Ulama Abuya Uci meninggal dunia 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ulama Banten, Abuya Uci meninggal dunia pada Selasa (6/4/2021).

Abuya Uci Thurtusi atau lebih dikenal dengan nama Abuya Uci atau Abah Uci adalah seorang ulama kharismatik asal Tangerang, Banten.

Abuya Uci merupakan Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Ta'lim Al-Istiqlaliyyah.

Berikut profil Abuya KH Uci Thurtusi:

Abuya KH Uci Thurtusi adalah anak dari almarhum Abuya Dimyathi Cilongok.

Abuya KH Uci Thurtusi sering mengadakan pengajian di pesantren Al-Istiqlaliyyah.

Setiap kali mengadakan pengajian, jamaah yang hadir setiap minggu selalu memadati pesantren Al-Istiqlaliyyah.

Seperti dilansir dari wikipedia, area parkir mobil dan motor para Jamaah sudah tidak tertampung di satu tempat.

Sehingga kendaraan banyak parkir di tempat yang lumayan jauh, saking banyaknya jamaah yang tidak tertampung di masjid dan majelis, bahkan jamaah rela mencari tempat duduk disepanjang jalan, dibawah pohon, dan dirumah penduduk sekitar, jamaah mencapai ribuan bahkan puluhan ribu.

Namanya sudah terkenal hingga keluar pulau jawa, bahkan yang menghadiri pengajian mingguan sering didatangi ulama dari mancanegara, seperti ulama dari Mesir, Yaman, Arab, India, Irak, Maroko dan negara lainnya pernah berkunjung mengikuti acara pengajian.

Selain acara pengajian mingguan, ada beberapa acara besar yang diselengarakan tahunan, yaitu acara: Maulid Nabi, Haul Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.Q.S.A, acara tersebut selalu diramaikan oleh ratusan ribu jamaah.

Acara yang paling besar hingga para jamaah membludak membanjiri Cilongok menjadi lautan manusia, adalah Haul Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.Q.S.A.

Ratusan jamaah sudah berdatangan mulai malam acara, dan terus berdatangan hingga pagi hari, dan dihadiri para pejabat, Gus Dur (semasa hidup), bupati, para ulama di luar pulau jawa, ulama dari mancanegara, para Habaib dan para tokoh besar lainnya.

Acara pengajian mingguan membawa berkah bagi para pedagang, dibahu sepanjang jalan dan lapangan kosong para pedagang ikut meramaikan pengajian.

Setiap minggu para pedagang menjajakan berbagai aneka makanan, baju muslim, makanan tradisional lokal, akik, sarana ibadah, minyak wangi, dan masih sangat banyak para pedagang lainnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved