Apa Itu

Apa Itu Wajib Milter, Sejarah Singkat Wajib Militer di Korea

Simak, berikut adalah penjelasan mengenai apa itu wajib militer, sejarah wajib militer di Korea.

Penulis: Putri Salamah | Editor: Reni Ravita
entertain.naver.com
Demikian penjelasan Apa Itu Wajib Milter, Sejarah Wajib Militer di Korea. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Simak, berikut adalah penjelasan mengenai apa itu wajib militer, sejarah wajib militer di Korea.

Korea Selatan memiliki program wajib militer bagi setiap warga laki-laki yang bertubuh sehat dan berusia antara 18 hingga 28 tahun.

Mereka diwajibkan melaksanakan wajib militer selama kurang lebih 2 tahun. 

Durasi wajib militer di antaranya Angkatan Darat (21 bulan), Angkatan Udara (24 bulan),  Angkatan Laut (23 bulan), polisi (21 bulan), atau sebagai pemadam kebakaran (23 bulan).

Ini dilakukan karena Korea Selatan pernah berperang dengan Korea Utara, 65 tahun lalu.

Mulanya, konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan, disebut dengan konflik Korea terjadi akibat ancaman militer pada tahun 1950 hingga 1953, konflik ini berakhir dengan cara genjaran senjata, bukan melalui perjanjian damai.

Alhasil, gencatan senjata itu menjadikan hubungan kedua belah pihak negara tersebut masih bersitegang hingga kini. 

Maka, dengan adanya wajib militer diharapkan dapat membantu angkatan besenjata Korea Selatan, bila mana diperlukan dalam menghadapi gempuran negara tetangga yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Awalnya, sebelum terjadinya perubahan Undang-Undang (UU) tentang pendaftaran militer, usia maksimum pendaftaran wajib militer seorang laki-laki Korea yaitu 30 tahun.

Namun setelah dilakukan perubahan dan sekaligus diberlakukan pada 1 Agustus 2018 menentukan jikga batas usia lelaki Korea yang bisa menunda layanan wajib militer dikurangi dua tahun atau menjadi 28 tahun.

Sejarah singkat  wajib militer di Korea

Dikutip dari laman administrasi anggota militer Korea Selatan, MMA, wajib militer di sana sudah diberlakukan sejak zaman kuno hingga Periode Tiga Kerajaan.

Selanjutnya, pada masa tidak ada perang dan damai, masyarakat kembali melanjutkan hidup sebagai seorang petani.

Mereka hanya akan dipanggil kembali oleh negara ketika kondisi darurat.

Pada masa Dinasti Goryeo, sejumlah musuh datang dari luar sering menginvasi wilayah kerajaan. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved