Breaking News:

Universitas Lampung

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unila Gelar Focus Group Discussion

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk

ist
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (RIPP) Tahun 2021–2025. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (RIPP) Tahun 2021–2025.

Kegiatan yang berlangsung di ruang sidang utama lantai dua Gedung Rektorat Unila, Jumat, 9 April 2021 ini dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Heryandi, S.H., M.S. FGD juga diikuti ketua LPPM, sekretaris LPPM, kepala pusat penelitian LPPM, ketua sentra, dan tim RIPP.

RIPP Universitas Lampung disusun dengan maksud menentukan dan merencanakan terlebih dahulu kegiatan penelitian yang akan dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang dengan memperhatikan perkembangan Unila dan arah kebijakan riset nasional.

Prof. Heryandi mengatakan, di antara orientasi kebijakan pusat yakni bagaimana institusi mampu menciptakan sumber daya unggul dan meningkatkan jumlah mahasiswa untuk belajar di luar program studi.

“Bagaimana dengan kebijakan riset? Kebijakan riset harus melihat situasi terbaru. Oleh sebab itu dalam penyusunan RIPP harus matching dengan rencana induk riset nasional dan daerah,” ujarnya.

Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Internasional Unila ini juga menambahkan, sivitas akademika dan para periset Unila harus terus berkolaborasi sebanyak mungkin dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Harapannya, para dosen yang pernah mengampu studi di universitas luar negeri bisa membangun koneksi tersebut. Itu akan menjadi barometer penilaian yang penting bagi kemajuan penelitian di lingkungan Universitas Lampung.

“RIPP ini harus mampu mengintegrasikan riset-riset berkualitas kemudian diklasifikasikan dan dilengkapi dengan tema-tema khusus misalnya tentang maritim dan energi terbarukan,” katanya.(*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved