Breaking News:

Universitas Lampung

LPPM Unila Gelar Semnas Joint Workshop Bidang Biomass

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menggelar workshop internasional bertajuk “Joint Workshop on To

ist
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menggelar workshop internasional bertajuk “Joint Workshop on Torrefaction Technology for Biomass” kerja sama Green Technology Partnership Initiative (GTPI) dan LG International. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menggelar workshop internasional bertajuk “Joint Workshop on Torrefaction Technology for Biomass” kerja sama Green Technology Partnership Initiative (GTPI) dan LG International.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sheraton, Bandarlampung, Rabu, 31 Maret 2021 ini, diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kualitas penelitian para periset di lingkungan Universitas Lampung. Lokakarya bersama skala internasional ini lebih dalam menjadikan hasil penelitian Universitas Lampung dapat terserap luas di tengah-tengah masyarakat.

Sekretaris LPPM Rudi saat diwawancarai berharap, para peneliti dapat melibatkan mahasiswa dalam proyek penelitiannya. Kegiatan ini diikuti setidaknya beberapa private industry dan companies yang membuka peluang kerja sama untuk mewujudkan teknologi ramah lingkungan.

“Kendala LPPM Unila saat ini sangat sulit mendapatkan mitra yang serius dalam bekerja sama bidang riset. GTPI merupakan salah satu mitra yang konsen dengan riset di Unila,” ujarnya.

Wahyu Hidayat, M.Hut., M.Sc., dari Puslit Energi dan Biomassa LP2M Unila yang juga ketua pelaksana kegiatan menambahkan, GTPI merupakan kemitraan diinisiasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan GTC-K, yang fokus pada energi terbarukan, pengelolaan sampah, pengelolaan air, dan lain-lain.

Kerja sama ini terbentuk dalam kerangka segitiga kemitraan yakni pemerintah, universitas, dan pihak industri. Kolaborasi ini sendiri didukung oleh pemerintah Korea Selatan. untuk menciptakan teknologi hijau (Green Technologi).

Joint workshop ini merupakan kelanjutan kerja sama yang telah terjalin antara Unila dan pemerintah Korea Selatan sejak 2017. Unila saat itu melakukan penandatanganan MoU dan MoA dengan Korean Institute of Energy Research (KIER).

GTPI sebelumnya telah melibatkan stakeholder dari Indonesia seperti BPPT dan beberapa perwakilan universitas, salah satunya Unila, guna mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi hijau khususnya teknologi terbarukan.

Di Unila telah memiliki fasilitas peningkatan mutu biomassa yang digunakan untuk peningkatan energi terbarukan dengan teknologi torefaksi biomassa. Ini merupakan hibah yang diberikan pemerintah Korea Selatan kepada Indonesia, khususnya Unila.

GTPI Ini telah menghubungkan antara perguruan tinggi, lembaga riset, privat sektor, perusahaan untuk bersinergi dalam pengembangan teknologi hijau.

“GTPI juga melibatkan LG International untuk bekerja sama dengan Unila berdiskusi lebih lanjut. Tujuan terselenggaranya kegiatan ini agar terbuka peluang kerja sama lebih luas lagi,” harapnya.

Kegiatan turut dihadiri sejumlah pusat penelitian di lingkungan Unila, para stakeholder, dan beberapa pimpinan perusahan lokal.(*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved