Berita Nasional
VIRAL Takut Diamuk Massa, Debt Collector Nekat Terjun ke Kali Ciliwung
Viral video seorang debt collector nekat terjun ke Kali Ciliwung, Gunung Sahari, Senen, Jakarta Pusat, Senin (19/4/2021).
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Viral video seorang debt collector nekat terjun ke Kali Ciliwung, Gunung Sahari, Senen, Jakarta Pusat, Senin (19/4/2021).
Debt collector itu nekat terjun ke Kali Ciliwung karena takut dihajar massa.
Diduga saat itu debt collector tersebut tengah menagih utang nasabahnya di jalan.
Video itu diunggah melalui akun Instagram @ndorobeii.
"Seorang pria diduga Mata elang debcolector motor nekat terjun ke sungai Ciliwung, Gunung Sahari, Jakarta Pusat karena takut di hajar masa sore tadi, Senin, 19/4/2021," tulisnya.
Saksikan berita YouTube video Viral Debt Collector Terjun ke Kali Ciliwung Lantaran Takut Diamuk Massa selengkapnya di sini.
Tampak debt collector itu sudah berada di dalam Kali Ciliwung.
Ia tengah berenang ke tepi kali.
Sementara di bantaran kali tampak beberapa orang menunggu debt collector itu.
Belum diketahui kelanjutan informasi lebih lanjut.
Modus Penipuan Debt Collector
Seorang pengendara motor hampir terkena begal modus debt collector saat melintas di Jalan D Kemuning 2, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Dua pria diduga begal itu mendekati korban bernama Damar (28) saat tengah meneduh di halte bus sekitar jalan tersebut.
Informasi itu awalnya viral dan dibagikan akun instagram @jakarta.terkini, Sabtu (17/4/2021).
Sampai Minggu (18/4/2021) video itu sudah ditonton 19.000 warganet.
Pada video itu terlihat seorang pria dengan jas hujan berwarna biru mendekatinya.
Pria itu kemudian cekcok dengan korban bernama Damar.
Handphone Damar yang tengah videokan pria itu sampai dipukul dengan tangan.
Usai pria itu pergi, Damar mengatakan bahwa aksi pria itu merupakan begal modus cek STNK.
Saat dikonfirmasi, Damar membenarkan informasi tersebut.
Damar mengatakan bahwa awalnya ia tengah berteduh di halte sambil memainkan handphone, Kamis (15/4/2021) pukul 13.30 WIB.
Tidak lama kemudian, ia didatangi pria yang memakai jas hujan berwarna biru.
"Tiba-tiba ada orang hampiri saya terus nunjuk kalau motor ini ada tunggakan. Dia nanyain STNK, dia juga bilang coba cek nomor rangka dan nomor mesin. Dia juga coba minta kunci motor saya," terangnya, Minggu (18/4/2021).
Karena curiga dengan gelagat tersebut.
Damar menolak memberikan kunci motornya.
Ia juga menyebut bahwa motor yang dibawanya merupakan milik abangnya dan sudah lama lunas serta tidak memiliki tunggakan.
Damar pun diminta pelaku menghubungi kakaknya.
Namun, hal itu ditolak Damar sebab ia curiga bahwa pria tidak dikenal itu merupakan begal atau jambret.
"Lah saya mikir lagi kalau saya telepon abang saya nanti yang ada handphone saya di bawa kabur lagi. Akhirnya saya suruh dia ketemu langsung dengan abang saya. Tapi dia enggak mau," jelasnya.
Tidak lama kemudian setelah perdebatan itu, seorang pria mengendarai sepeda motor mendekat ke arah Damar.
Pria itu ternyata merupakan rekan dari orang yang mengaku debt collector.
Anehnya pria yang mengendarai sepeda motor itu memberikan isyarat kepada rekannya untuk pergi dari tempat tersebut.
"Enggak lama temennya yang di motor teriak-teriak. Dia bilang udah enggak usah enggak usah, cabut saja, cabut kelamaan," beber Damar menirukan perkataan terduga begal itu.
Sebelum pergi, pria berjas hujan biru itupun sempat memukul handphone Damar yang tengah merekam aksi modus berpura-pura debt collector itu.
Damar mengatakan bahwa pihaknya belum melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
Ia enggan melapor karena bukti aksi tersebut dirasa belum cukup kuat.
Namun, warganet lain mengaku pernah alami hal serupa.
Di mana banyak begal modus debt collector di Jakarta bertebaran.
"Ini di Lampu Merah Enggano, Tanjung Priok juga banyak," tulis @4nhidayat.
"Di Jalan Raya Pasar Minggu juga banyak nih modus beginian," tulis @merapi.bettafish.
Dibuang ke Sungai
Sebuah video viral di media sosial menggambarkan sebanyak empat orang debt collector dipukuli massa di Tasikmalaya.
Bahkan, tak hanya dipukuli, tiga sepeda motor yang dibawa oleh debt collector itu pun dibuang massa ke sungai dekat lokasi.
Video debt collector dipukuli massa itu diunggah melalui akun Instagram @undercover.id pada Kamis (8/4/2021).
Dituliskan bahwa saat itu debt collector tengah menagih angsuran salah satu pembeli motor dengan kredit.
Mereka menagih di pinggir Jalan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (7/4/2021).
Namun, beberapa warga yang berada di lokasi justru memukuli para debt collector tersebut.
Para debt collector kewalahan mengahadapi hujaman pukulan bertubi-tubi dari warga tersebut.
Kemudian, tiga sepeda milik para debt collector itu juga menjadi sasaran warga.
Mereka menghancurkan lalu membuang tiga sepeda motor jenis matic itu ke sungai yang berada di dekat lokasi kejadian.
Kemudian empat orang debt collector dan motor yang dihancurkan warga diangkut ke Polsek Kawalu.
VIRAL, Ormas FUI Bubarkan Aksi Kuda Kepang karena Dianggap Syirik, Berujung Bentrok dengan Penonton
Viral di media sosial video aksi pembubaran pertunjukkan kuda kepang oleh sekelompok orang yang diduga dari Forum Umat Islam Medan.
Aksi pembubaran tersebut diwarnai cek-cok hingga berujung bentrokan.
Pihak FUI dilaporkan menganggap pertunjukkan tersebut tidak sesuai ajaran Islam.
Sementara, pihak lain tidak terima dengan aksi pembubaran itu.
Video bentrokan tersebut beredar luas di sosial media dan mendapat berbagai tanggapan.
Kasus tersebut akhirnya masuk ranah kepolisian.
Dalam video berdurasi 2.20 detik terlihat organisasi masyarakat (ormas) berseragam 'Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan’ membubarkan pertunjukan budaya Kuda Kepang hingga berbuntut kericuhan.
Video tersebut diupload akun bernama Lambane Emak Turah dengan caption: “Kronologi : Laskar khusus Umat Islam FUI DPD Medan membubarkan pertunjukan seni budaya kuda kepang atau yang lazim disebut jaranan karena dianggap syirik.”
Keributan memanas ketika ada salah satu anggota Ormas maju dan meludahi seorang perempuan yang sedang beradu argumen.
Kontan, sejumlah warga emosi. Kerusuhan pun terjadi.
"Melestarikan budaya kok dibilang syirik apalagi pake embel2 agama hingga merasa paling benar!," tulis pengunggah dimana dituliskan tanggal kejadian pada 2 April 2021.
Dalam video tersebut terlihat sekelompok orang yang memakai baret merah dan seragam hitam bertuliskan ‘Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan’ membubarkan aksi pertunjukan seni yang hendak digelar warga.
Terlihat sekelompok orang datang dan membubarkan kerumunan warga.
Terlihat juga warga sudah mengangkat perlengkapan pertunjukan seperti replika kuda yang dipakai untuk tarian.
Di lokasi itu, tampak beberapa gendang yang disiapkan untuk pertunjukan tari.
“Setan lah yang kalian puja-puja itu, kesyirikan yang disebar ke mana-mana,” teriak salah satu anggota ormas.
“Syirik itu, bubar-bubar,” ungkap anggota ormas yang lain di hadapan warga.
Tak terima terus dicibir, beberapa saat kemudian, sekelompok warga yang mengadakan Kuda Kepang tampak melawan dan beradu argumen.
"Itu cuma untuk hiburan, aku warga sini. Itu pesta, pesta,” teriak seorang gadis berbaju hijau.
Hingga akhirnya kedua pihak semakin memanas dan akhirnya bertikai.
Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal AKP Budiman Simanjuntak menyebutkan bahwa kasus penganiayaan Pasal 351 KUHP sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Namun, ia tak tahu bahwa pertikaian tersebut berkaitan dengan pembubaran Kuda Kepang di kawasan Kecamatan Medan Sunggal.
"Sudah masuk laporan mengenai 351. Kita enggak tahu kalau itu terkait pembubaran kuda kepang, tapi yang pasti kita ada terima kasus 351," bebernya kepada tribunmedan.com, Rabu (7/4/2021).
Budiman menyebutkan bahwa ada 15 orang saksi yang telah diperiksa sebab kedua pihak saling melapor.
"Masih penyelidikan. Dua pihak saling lapor, dari dua pihak ini semuanya mungkin sudah ada 15 orang yang diperiksa," ungkapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Tribun belum mendapatkan konfirmasi dari Ketua FUI Sumut Indra Suheri. Pesan yang dilayangkan Tribun lewat WhatsApp dan nomor selular belum direspons.
Baca juga: Viral Video Pencuri Motor Diseret di Jalan Lalu Dipukuli Warga
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul VIRAL Video Pembubaran Kuda Kepang Hingga Berujung Bentrok dengan Pemuda Berseragam FUI di Medan
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive.com dengan judul Viral Video Debt Collector Terjun ke Kali Ciliwung Gunung Sahari, Takut Diamuk Massa
Saksikan berita YouTube video lainnya dikanal youtube Tribun Lampung News Video.
Videografer Tribunlampung.co.id/Gusti Amalia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/viral-debt-collector-terjun-ke-kali-ciliwung-lantaran-takut-diamuk-massa.jpg)