Breaking News:

PON 2021

Yusuf Barusman Sebut Dana KONI Prioritas untuk Persiapan PON XX di Papua

KONI Lampung memastikan dana yang ada saat ini diprioritaskan untuk persiapan PON XX di Papua pada Oktober 2021.

Dok KONI Lampung
Ketua Umum KONI Lampung Yusuf Sulfarano Barusman memimpin rapat koordinasi dengan seluruh manajer dan pendamping cabang olahraga PON Lampung di ruang rapat lantai 3 Gedung Universitas Bandar Lampung (UBL), Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ketua Umum KONI Lampung Yusuf Sulfarano Barusman menegaskan, misi para duta olahraga Lampung dalam PON Papua sangatlah berat.

KONI Lampung pun memastikan dana yang ada saat ini diprioritaskan untuk persiapan PON XX di Papua pada Oktober 2021.

Hal itu dikatakan Yusuf seusai memimpin rapat koordinasi dengan seluruh manajer dan pendamping cabang olahraga PON Lampung di ruang rapat lantai 3 Gedung Universitas Bandar Lampung (UBL), Rabu (28/4/2021).

“Kita punya pekerjaan yang sangat berat untuk mengembalikan kejayaan olahraga Lampung. Ini tak mudah karena harus melalui tahapan yang sistematis dan terukur,” kata Yusuf dalam rilis yang diterima Tribunlampung.co.id, Kamis (29/4/2021).

Menurut rektor UBL ini, dari 26 cabor yang lolos PON, mendapatkan anggaran yang berbeda-beda.

Baca juga: Yusuf Barusman Janjikan Beasiswa untuk Atlet Peraih Medali di PON 2021

“Kan sudah dipetakan untuk cabang olahraga khusus, andalan, dan potensial. Ini ada kriteria sendiri-sendiri. Tetapi semua saya jamin mendapat perlakuan bantuan dana,” beber Yusuf.

Yusuf menjamin dana yang sudah dialokasikan untuk cabang olahraga tidak akan hilang.

“Percayalah bahwa dananya tetap ada. Tidak hilang. Maka kami kumpulkan di sini agar lebih jelas bagaimana pola pengajuan dananya dan kegiatan apa yang akan di-support. Semua ada aturannya di sini. KONI kan juga diawasi ketat oleh tim audit intern yang qualified. Silakan saja ajukan kepada KONI,” imbuhnya.

Yusuf menegaskan, KONI Lampung sangat komitmen untuk membelanjakan dana hibah dengan cara yang akuntabel, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Semua kan ada aturan organisasinya terkait prosedur dan pelaporannya serta bagaimana monitoringnya. Dana-dana ini juga akan dipergunakan men-support atlet, pelatih, dan semua yang menyertainya, baik pelatda, try out, dan lain-lain yang dikoordinir cabor,” tegasnya.

Yusuf menambahkan, mundurnya waktu pelaksanaan PON yang semula tahun 2020 menjadi 2021 menyebabkan banyak hal terjadi.

Termasuk dalam pembinaan dan program latihan bagi para atlet lolos PON.

Untuk itu, semua sedang dalam proses pematangan dan penyesuaian program yang sempat harus dijadwal ulang.

“Kita menuju PON sekarang ini. Artinya kita sedang berproses. Sama seperti daerah lain semua sedang berproses. Proses itu kan terkait dengan atlet, pelatih, program, dan seterusnya. Ini terus dalam pemantauan KONI Lampung dan dimonitor. Bukan saja dimonitor tapi juga dianalisis,” ujar Yusuf. ( Tribunlampung.co.id / Daniel Tri Hardanto )

Baca berita Bandar Lampung lainnya

Editor: Hurri Agusto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved