Breaking News:

Bandar Lampung

Lampung Deflasi 0,17 Persen di Bulan April 2021, Cabai Rawit dan Cabai Merah Sumbang Angka Dominan

Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat jika provinsi Lampung mengalami deflasi sebesar 0,17 persen di bulan April 2021.

screenshot
Lampung Deflasi 0,17 Persen di Bulan April 2021, Cabai Rawit dan Cabai Merah Sumbang Angka Dominan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat jika provinsi Lampung mengalami deflasi sebesar 0,17 persen di bulan April 2021.

Kepala BPS Lampung Faizal Anwar mengungkapkan, angka deflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,82 persen.

"Dari 11 kelompok pengeluaran, 3 diantaranya menjadi angka penyumbang tertinggi deflasi, 6 mengalami inflasi, dan 2 lainnya mengalami pengeluaran yang relatif tetap harganya," jelas Faizal dalam siaran pers awal bulan, Senin (3/5/2021).

Secara lebih rinci, 5 komoditas amatan yang dominan memberikan andil deflasi adalah cabai rawit sebesar 0,194 persen, cabai merah 0,115 persen, beras 0,051 persen, cumi-cumi 0,028 persen, dan bawang merah 0,021 persen.

Sementara 5 komoditas lainnya yang memberi andil inflasi ada rokok kretek filter 0,053 persen, jeruk 0,04 persen, televisi berwarna 0,015 persen, telur ayam ras 0,013 persen, dan baju kaos berkerah anak 0,010 persen.

Berdasarkan 14 komoditas yang menjadi perhatian di Lampung juga, terusnya, untuk komoditas strategis mengalami deflasi.

"Daging sapi, daging ayam ras dan gula mengalami deflasi. Sedangkan yang mengalami inflasi namun relatif kecil diantaranya bawang putih, minyak goreng, ayam hidup, tepung terigu yang mengalami inflasi mulai 0,001-0,006 persen atau dengan kata lain mengalami kenaikan yang sangat rendah," paparnya.

Selanjutnya untuk kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok kesehatan 0,19 persen dan kelompok perumahan, air listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,07 persen. 

Sebaliknya, enam kelompok mengalami inflasi yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami inflasi sebesar 0,50 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,49 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,34 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,19 persen; kelompok transportasi 0,05 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,02 persen. 

"Sementara untuk kelompok pendidikan; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan indeks," kata Faizal.

( Tribunlampung.co.id / Sulis Setia Markhamah )

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved