Breaking News:

Idul Fitri 2021

Maklumat MUI Tulangbawang Barat, Salat Id Bisa Dilaksanakan di Masjid dengan Beberapa Ketentuan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengeluarkan maklumat tentang pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
screenshot
Maklumat MUI Tulangbawang Barat, Salat Id Bisa Dilaksanakan di Masjid dengan Beberapa Ketentuan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG BARAT - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengeluarkan maklumat tentang pelaksanaan Salat Idul Fitri yang bisa dilaksanakan di Masjid atau Musala dengan beberapa ketentuan. 

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Maklumat Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tubaba tanggal 6 Mei 2021, Nomor : 005.A/MULTBB/V/2021 Tentang Pelaksanaan Shalat Iedul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah atau 2021 Masehi. 

Maklumat itu dikeluarkan setelah memahami dan memperhatikan Surat Edaran Bupati Nomor: 045.2/174/1.02/TUBABA/2021 Tentang Pelaksanaan Sholat ledul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah dalam situasi Pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid 19).

Ketua MUI Tubaba Ustaz Muhyiddin Pardi, didampingi Sekretaris Anang Rusydiansah, mengatakan, melihat perkembangan pandemi Covid 19 yang tidak menentu saat ini, maka pelaksanaan salat id bisa dilakukan di Musala atau Masjid dengan memperhatikan situasi pandemi Covid-19 di wilayah tersebut.

Selain itu, yang boleh ikut salad id berjamaah di masjid atau Musala hanya warga sekitar.

"Disampaikan bagi yang meyakini akan keselamatan dirinya dan orang lain serta meyakini bahwa lingkungannya aman dari virus Covid 19, kegiatan salat ldul Fitri dapat dilaksanakan dengan  ketentuan pembatasan jumlah jamaah," ungkap Ustadz Muhyiddin, Jumat (07/05/2021).

Baca juga: Niat Salat Idul Fitri dalam Bahasa Arab, Berikut Latin dan Terjemahannya

Bagi lembaga pendidikan Pondok Pesantren, cukup melaksanakan di komplek Pesantren dengan jamaah yang ada.

Lalu, bagi yang mempunyai musala pribadi atau musala di lingkungan tempat tinggal, dapat melaksanakan dengan hanya jamaah lingkungannya.

"Bagi Masjid yang biasa digunakan salat jumat dapat melaksanakan bersama jamaah yang biasa melaksanakan salat jumat ditempat tersebut, dan tetap menerapkan protokol kesehatan," terang Muhyiddin.

Jika dilakukan berjamaah di masjid, musala atau Pondok Pesantren, khatib dan imam diimbau memperpendek bacaan ayatnya dengan tidak mengurangi syarat dan rukun salat.

Baca juga: Bupati Parosil Perbolehkan Salat Idul Fitri Berjamaah, Ini Syaratnya

"Bagi khatib hendaknya mempersingkat khutbahnya dengan materi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta menjaga kebersamaan, menghindari kemungkaran dan kemaksiatan," papar Muhyiddin.

Dia juga mengingatkan setiap Tiyuh untuk memetakan keadaan pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing sesuai zonasi penyebaran Covid yang telah ditetapkan pemerintah.

Aparatu Tiyuh juga diingatkan untuk menambah tempat pelaksanaan salat Id sehingga jamaah terbagi dan syiar tetap terkumandang.

( Tribunlampung.co.id / endra zulkarnain )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved