Breaking News:

Pembalakan Liar di Tanggamus

Penipuan Kayu Sonokeling di Air Naningan Semula Dikatakan milik Warga

Kasus penipuan kayu sonokeling dari hutan lindung Register 32 Kecamatan Air Naningan semula dikatakan milik warga. 

Tribunlampung / Tri
40 batang kayu sonokeling dari hutan lindung Register 32 yang digunakan untuk menipu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Kasus penipuan kayu sonokeling dari hutan lindung Register 32 Kecamatan Air Naningan semula dikatakan milik warga. 

Menurut Kasatreskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora, perbuatan tersangka Gunawan Hadi alias Darus (42) warga Pekon Dusun Batu Lima Pekon Sidodadi, Kecamatan Air Naningan mulanya menawarkan kayu yang sebenarnya tidak ada. 

Selanjutnya, korban Imron Rosaili atau penghubung kayu membayar kayu yang ditawarkan Darus. Pembelian kayu Rp 5,8 juta via transfer.

Namun saat didatangi ke Air Naningan, kayu yang dijual tersebut tidak ada. 

Lantas tersangka juga tidak mau mengembalikan uangnya. Tersangka pun kembali membohongi sopir yang akan mengakut kayu yang sudah disepakati dibeli.

Tersangka memberikan potongan kayu bulat sebanyak 40 batang dengan panjang 1 meter dan 1,5 meter.

Kayu tersebut dikatakan juga didapat dari tanah marga.

Lantas potongan kayu itu diangkut oleh truk dan saat melintas di Pekon Muara Dua, Kecamatan Pulau Panggung diamankan oleh anggota Polsek Pulau Panggung. Sebab kayu sonokeling itu dari hutan lindung Register 32.

Sopir truk Sakim, dan Imron Rosaili beserta empat pekerja lain sempat diamankan karena mengangkut kayu hasil illegal logging. Itu akhirnya dibantah sebab kayu dibeli dari tersangka Darus yang katanya dari hutan marga. 

"Tersangka masuk dalam tindakan dengan sengaja memanfaatkan hasil hutan kayu di duga dari pembalakan liar, sebagaimana dimaksud dalam pasal 83 ayat (1) huruf c jo pasal 12 huruf h UU RI no 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan," jelas Ramon. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved