Berita MotoGP 2021

Jadwal MotoGP Prancis 2021, Valentino Rossi 'Ban Sama Semua'

Jadwal MotoGP Prancis 2021 diprediksi potensi wet race, tapi Valentino Rossi tidak boleh menyalahkan ban yang membuat peformanya jeblok.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Hanif Mustafa
Jose Breton / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Ilustrasi. Jadwal MotoGP Prancis 2021 diprediksi potensi wet race, namun Valentino Rossi tidak boleh menyalahkan ban yang membuat peformanya jeblok. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jadwal MotoGP Prancis 2021 diprediksi potensi wet race, namun Valentino Rossi tak boleh menyalahkan ban yang membuat peformanya jeblok dalam MotoGP.

Begitu juga dengan Fabio Quartararo yang khawatir potensi wet race di Prancis mengingat kondisi cedera lengannya belum 100 persen pulih.

Pebalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, tengah bermain dengan persepsinya.

Selama ini, Rossi kerap menilai, ban adalah masalah utama yang membuat peforma dia jeblok.

Kini, dia membuat membuat peraturan untuk dirinya sendiri yaitu tidak boleh menyalahkan ban lagi.

Baca juga: JELANG MotoGP 2021 di Prancis, Valentino Rossi Diprediksi Pensiun Akhir Musim

Valentino Rossi mengawali perjalanannya pada MotoGP 2021 dengan hasil memilukan.

Bagaimana tidak? Valentino Rossi sejauh ini baru mengumpulkan empat poin dari empat seri balap MotoGP 2021 yang sudah berlangsung.

Ilustrasi Pembalap Italia Petronas Yamaha SRT Valentino Rossi (kiri) dan pembalap Italia Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli (kanan) mengambil bagian dalam sesi pemanasan menjelang balapan MotoGP dari Grand Prix Portugis di Sirkuit Internasional Algarve di Portimao pada 18 April, 2021. Jelang jadwal MotoGP Prancis 2021, pembalap Valentino Rossi memastikan, timnya Petronas Yamaha SRT masih mendukung kebangkitannya di balap MotoGP.
Ilustrasi Pembalap Italia Petronas Yamaha SRT Valentino Rossi (kiri) dan pembalap Italia Petronas Yamaha SRT Franco Morbidelli (kanan) mengambil bagian dalam sesi pemanasan menjelang balapan MotoGP dari Grand Prix Portugis di Sirkuit Internasional Algarve di Portimao pada 18 April, 2021. Jelang jadwal MotoGP Prancis 2021, pembalap Valentino Rossi memastikan, timnya Petronas Yamaha SRT masih mendukung kebangkitannya di balap MotoGP. (PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)

Valentino Rossi juga hanya sekali finis di posisi 15 besar pada musim ini ketika pembalap Yamaha lain tampil baik.

Hasil ini tak ubahnya krisis bagi Valentino Rossi yang tengah berupaya memperbaiki kinerjanya di atas lintasan.

Banyak faktor yang membuat Valentino Rossi tak kunjung tampil kompetitif.

Baca juga: Jadwal MotoGP Prancis 2021, Fabio Quartararo Khawatir Wet Race

Salah satu masalah yang bolak-balik dijadikan kambing hitam oleh Valentino Rossi adalah masalah ban belakang, entah kurang grip ataupun terlalu cepat aus.

Masalah dengan ban belakang sudah menjadi mimpi buruk bagi Valentino Rossi, setidaknya sejak Yamaha mengalami krisis pada 2017.

Valentino Rossi merasa kompon ban yang ditawarkan Michelin selaku pemasok tunggal di MotoGP terlalu lunak baginya.

Sekadar informasi, dengan tinggi badan 181 cm, Valentino Rossi lebih memilih menggunakan ban berkompon keras yang lebih tahan lama.

Namun, pebalap asal Italia tersebut berusaha mengubah pola pikirnya.

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa bannya terlalu lunak untuk saya," kata Valentino Rossi.

"Pada akhirnya, bannya sama untuk semua pembalap," imbuhnya.

Valentino Rossi tidak ingin melihat dirinya kesulitan sendirian sementara pembalap lain mampu beradaptasi dengan spesifikasi ban saat ini.

"Pembalap lain bisa mengatasinya, jika Anda ingin balapan di MotoGP, Anda harus siap untuk itu," ucap Valentino Rossi.

Konsentrasi Valentino Rossi kini dialihkan ke motor sendiri.

"Saya tidak merasa nyaman ketika di atas motor. Saya selalu sedikit terlalu lambat dengan gaya berkendara saya," kata Valentino Rossi.

"Ini menimbulkan masalah dengan akselerasi karena saya kerap kesulitan dengan traksi."

"Saya tak bisa berakselerasi cukup cepat ketika keluar dari tikungan," tutur pembalap berusia 42 tahun itu menambahkan.

Tes resmi di Sirkuit Jerez pada Senin (3/5/2021) kemarin memberi Valentino Rossi secercah harapan untuk keluar dari masa-masa sulit.

"Saya perlu mengerem lebih dalam ke tikungan dan memasukinya dengan kecepatan lebih tinggi. Itulah targetnya. Kami membuat kemajuan," kata Valentino Rossi.

"Semua yang saya coba membawa sedikit peningkatan. Yamaha memberi sedikit peningkatan, tidak besar, tetapi itu membantu saya."

Valentino Rossi akan melanjutkan kiprahnya di lintasan pada seri balap kelima MotoGP Prancis 2021 di Le Mans, 14-16 Mei mendatang.

Fabio Quartararo Khawatir

Fabio Quartararo dan deretan rider lainnya melangsungkan race MotoGP Prancis 2021 di Sirkuit Le Mans, Jumat 914/5/2021) hingga Minggu (15/6/2021).

Seluruh balapan MotoGP 2021 dapat disaksikan secara live streaming Trans7, Usee TV, maupun Fox Sports via Vidio.com.

Jelang balapan akhir pekan ini, ada satu hal yang membuat pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo tak bahagia.

Padahal, balapan MotoGP Prancis 2021 ini akan berlangsung di negara kelahirannya.

Usut punya usut, race seri ke-5 MotoGP 2021 nanti berpotensi wet race alias basah.

Ramalan cuaca setempat mengabarkan bahwa sepanjang akhir pekan curah hujan di wilayah Sirkuit Le Mans tergolong tinggi.

Jika benar di seri balapan MotoGP Prancis nanti akan turun hujan lebat, maka balapan akan tersaji secara Wet Race alias balapan di lintasan basah.

Bukan menjadi rahasia kembali jika balapan berlangsung Wet Race, maka prediksi untuk hasil balapan akan sulit dilakukan.

Pembalap yang banyak berkutat di posisi belakang akan memiliki peluang besar memberi kejutan dan menyodok ke baris depan.

Namun dibalik itu semua, tentu balapan di lintasan yang basah juga memiliki risiko yang lebih tinggi.
Baik itu kecelakaan tunggal akibat selip pada ban ataupun faktor lainnya.

Fabio Quartararo sendiri sejak awal memang ingin tampil all out di 'rumahnya'.

Namun begitu mendengar kabar prakiraan cuaca akhir pekan ini, rider berjuluk El Diablo ini kurang senang.

"Saya pulih sedikit demi sedikit dan saya berharap 100% siap akhir pekan ini," terang Fabio Quartararo dalam proses penyembuhan cederanya, dikutip dari laman Corsedimoto.

"Saya akan tampil maksimal guna meraih hasil yang bagus."

Kendati kondisinya belum pulih sepenuhnya, namun pebalap 22 tahun ini memastikan komitmen maksimal untuk memberikan kegembiraan kepada para penggemarnya.

“Pengalaman saya di sana ( Sirkuit Le Mans) bersama Yamaha adalah perasaan yang luar biasa." kata Quartararo dikutip Tribunlampung dari Tuttomotoriweb.it (10/5/2021).

"Pada 2019 saya tidak mendapatkan hasil yang bagus tetapi kecepatannya ada, tahun lalu saya melakukan beberapa tes yang sangat bagus, tetapi saat hujan itu bukan sirkuit yang menguntungkan untuk motor kami."

"Saya finis di urutan ke-8, itu adalah Yamaha terbaik dan kami sedikit kesulitan dalam fase akselerasi."
"Tapi di musim kering, ini adalah salah satu sirkuit di mana saya merasa lebih baik ”.

Tahun lalu adalah Ducati Danilo Petrucci yang menang dalam cuaca basah dan tahun ini prediksi memprediksi hujan di akhir pekan.

Tentu masih ada sedikit kepahitan bagi Quartararo karena tidak adanya kemenangan di Jerez.
Fabio Quartararo sangat berkuasa ketika rasa sakit di lengannya memaksanya kehilangan posisi sampai dia finis di urutan ke-13.

“Intensitas yang Anda berikan pada balapan di mana tidak ada degradasi ban sangat besar dan di Jerez banyak pembalap mengalami nyeri di lengan bawah mereka."

"Secara fisik, saya pikir itu satu-satunya kendala di MotoGP." jelas pebalap Yamaha itu.

"Anda harus berlatih di rumah, tentu saja, untuk bersiap, tetapi bagi saya itu satu-satunya kendala yang saya rasakan ”.

"Penting untuk memiliki lap yang sempurna di kualifikasi sehingga kami bisa memulai dari depan."

Dalam kasus-kasus itulah Yamaha YZR-M1 berhasil memberikan yang terbaik, tanpa harus membebani ban untuk menyalip."

Lebih lanjut, Fabio Quartararo tidak akan bisa mengandalkan faktor kondisi lintasan balapan.

“Ini menyedihkan. Di Le Mans dan di semua sirkuit, sangat luar biasa melihat publik, terutama ketika Anda mendapatkan hasil yang bagus dan ingin membagikannya dengan para penggemar."

"Tidak ada seorang pun di pangkuan kehormatan itu, itu mengecilkan hati."

"Mengemudi itu tidak mengganggu saya, tetapi ketika Anda menyelesaikan sesi itu sangat menyedihkan dan saya berharap untuk bertemu dengan para penggemar secepat mungkin.”

Layak ditunggu bagaimana Fabio Quartararo mengatasi kemungkinan balapan akhir pekan ini berlangsung wet race.

Pembalap kelahiran Nice, Prancis ini memiliki peluang besar untuk mengambil alih posisi puncak klasemen.
Saat ini Francesco Bagnaia dari Ducati menjadi pemimpin perburuan gelar juara dunia musim ini.

Anak didik Valentino Rossi tersebut membukukan 66 poin, unggul dua angka dari Fabio Quartararo di tangga kedua.

Di sisi lain, El Diablo memiliki motoivasi tinggi untuk tampil digdaya di Prancis.

Serie yang berlangsung di Sirkuit Le Mans oleh otoritas setempat diizinkan dengan adanya penonton.

Meskipun jumlahnya dibatasi, namun situasi tersebut diprediksi cukup untuk Quartararo tampil spartan.

( Tribunlampung.co.id / Tribunnews.com / Hurri Agusto )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved