Bandar Lampung

Terminal Tipe A Rajabasa Masih Sepi Penumpang di Hari Ketiga Lebaran 

Terminal Tipe A Rajabasa, Bandar Lampung masih sepi penumpang pada hari Ketiga Lebaran 2021, Sabtu (15/5/2021).

Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Kiki
Sejumlah bus antarkota dalam provinsi (AKDP) tampak mengetem berjejer menunggu penumpang d Terminal Tipe A Rajabasa Bandar Lampung, Sabtu (15/5/2021). Terminal Tipe A Rajabasa Masih Sepi Penumpang di Hari Ketiga Lebaran  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Terminal Tipe A Rajabasa, Bandar Lampung masih sepi penumpang pada hari Ketiga Lebaran 2021, Sabtu (15/5/2021).

Pantauan Tribunlampung.co.id, sejumlah bus antarkota dalam provinsi (AKDP) tampak mengetem berjejer menunggu penumpang.

Suasana bus cukup ramai, namun orang yang akan menumpanginya terlihat sepi.

Kepala Terminal Tipe A Rajabasa, Harri Indarto mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sejak pemberlakuan larangan mudik Lebaran.

Pemerintah Provinsi Lampung hanya membolehkan penumpang -penumpang lokal saja yang menumpangi bus AKDP. 

"Iya lebaran ketiga sepi sama kaya kemarin waktu pertama larangan mudik,  lokal aja karena mudik lokal masih diperbolehkan," kata Harri Indarto, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Hari Kedua Lebaran, Terminal Rajabasa Bandar Lampung Sepi

Dia mengungkapkan, bus AKDP yang beroperasi didominasi oleh penumpang jurusan Kota Bumi.

Sementara untuk jurusan Bandar Jaya, Kota Agung, Unit Dua, dan beberapa daerah lainnya sepi penumpang.

"Paling banya di lokal itu Kota Bumi. Bandar Jaya, Kota Agung, Unit Dua ya ada saja beberapa penumpangnya tapi yang paling rutin Kota Bumi," ungkap Harri Indarto. 

Kondektur bus jurusan Rajabasa-Kota Agung Indra mengeluhkan kondisi tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini 15 Mei 2021, Cerah Berawan hingga Potensi Hujan

"Sepi banget. Satu kali ngetem jatah waktunya maksimal 30 menit. Itu kadangan hanya mengangkut tiga penumpang," ujar Indra.

"Kadang juga malah gak bawa penumpang," imbuhnya.

Untuk mendapatkan pemasukan, Indra mengaku punya cara khusus, yakni dengan memperlambat laju kendaraannya.

"Uang setoran saja Rp 200 ribu. Uang rokok dan dua kali makan taruhlah Rp 60 ribu per orang. Jadi kalau berdua sama sopir jadinya Rp 120 ribu," jelas Indra.

"Belum bensinnya. Kadangan bisa nombok malahan," sambungnya.

Menurutnya, penurunan jumlah penumpang mulai nampak sejak berlakunya larangan mudik Lebaran diberlakukan.

"Mungkin ya normal lagi setelah larangan mudik selesai," ucap dia.

( Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved