Berita Terkini Nasional

Bocah Tewas Dibunuh Orangtua, Ada Dukun Terlibat

Polisi menduga ada keterlibatan orang lain yang disebut orang pintar atau dukun yang mendorong pembunuhan terhadap korban. 

TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi garis polisi.(Tribunnews.com) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TEMANGGUNG - Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun di Temanggung, Jawa Tengah diduga korban pembunuhan ditemukan tinggal kulit dan tulang di atas ranjang.

Polisi menduga ada keterlibatan orang lain yang disebut orang pintar atau dukun yang mendorong pembunuhan terhadap korban. 

Polisi telah memeriksa empat orang terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap A, bocah perempuan asal Desa Congkrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung

Empat saksi yang diperiksa polisi adalah ayah korban (M), ibu korban (S) dan tetangga korban (H dan B). 

Hasil pemeriksaan sementara terungkap bahwa orangtua bocah 7 tahun itu terpengaruh bujuk rayu H yang menyarankan agar korban diruwat agar tidak nakal.

Adapun, di desa tersebut H dikenal sebagai 'orang pintar' atau dukun.

"Dugaan awal sementara, orangtua korban mau melakukan tindakan itu atas pengaruh bujuk rayu H, yang dikenal sebagai orang "pintar" atau dukun.

Baca juga: Pengakuan Menantu yang Bunuh Ibu Mertua dan Kakak Ipar

Petugas kamar jenazah RSBP Sekupang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sedang membersihkan tulang belulang perempuan yang ditemukan gosong di Hutan Nongsa, Rabu (26/3/2014).
ILUSTRASI (Tribunnews Batam/Dewi)

Saat itu kondisi A diyakini nakal, lalu H mengatakan "wah, anak itu dihinggapi dunia lain"," jelas Kapolres Temanggung, AKBP Benny Setyowadi di Mapolres Temanggung, Selasa (18/5/2021).

Tenggelamkan korban hingga meninggal

Ritual ruwat yang diminta H, lanjut Benny, adalah dengan menenggelamkan korban di bak mandi hingga akhirnya meninggal dunia.

Orangtua korban yang juga diduga dibujuk B, melakukan aksi sadis itu pada bulan Januari 2021. 

"Orangua korban, disuruh H, juga B, agar korban diruwat, caranya dengan ditenggelamkan. Itu motif sementara," jelas Benny. 

Dikatakan Benny, hingga saat ini polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan buktu-bukti dugaan pembunuhan tersebut.

Polisi juga terus menggali informasi dari para saksi di sekitar TKP.

Sejauh ini polisi juga belum dapat mengungkap hasil otopsi jasad korban oleh tim Kedokteran Polisi (Dokpol) Polda Jateng.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved