Berita Terkini Nasional
Viral Satpam Tendang Perampok Bank Mandiri di Samarinda
Viral satpam tendang pelaku perampokan bank Mandiri di Samarinda. Aksi satpam ini tuai pujian dari netizen
Penulis: Bambang Irawan | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Viral satpam tendang pelaku perampokan bank Mandiri di Samarinda.
TKP di Jalan Hasan Basri Kelurahan Pelita, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (21/5/2021).
Dalam video rekaman CCTV detik-detik percobaan perampokan bank Mandiri di Samarinda yang beredar luas di media sosial, tampak suasana kepanikan saat pelaku menjalankan aksinya.
Beberapa pegawai perempuan tampak berlari dan panik saat aksi perampokan bank Mandiri di Samarinda tersebut terjadi.
Dalam sebuah kesempatan, tampak seorang Satpam berlari menghampiri pelaku yang berada di sebuah lorong.
Sang Satpam tampak berupaya menangkap pelaku namun tak berhasil,
Lepas dari tangkapan, pelaku kemudian berlari menuju sebuah pintu.
Saksikan, YouTube video berita terkini Viral Aksi Satpam Gagalkan Perampokan Bank Mandiri Di Samarinda di kanal YouTube Tribun Lampung News Video.
Saat pelaku berhasil keluar, Sang Satpam terlihat menendang pelaku.
Dalam potongan video lainnya, pelaku terlihat sudah diamankan di sebuah ruangan dalam keadaan babak belur.
Aksi heroik Satpam gagalkan percobaan perampokan bank Mandiri di Samarinda ini menuai pujian dari warganet.
Berikut sejumlah fakta terkait percobaan perampokan di Samarinda yang sudah dirangkum TribunKaltim,co:
1. Kronologi percobaan perampokan bank Mandiri di Samarinda
JP, pelaku percobaan perampokan bank Mandiri Mandiri, di Jalan Hasan Basri Kelurahan Pelita, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, sempat berupaya melarikan diri.
Kejadian ini pun juga terekam kamera tersembunyi atau CCTV Bank Mandiri, Jumat (21/5/2021).
Aksi kejar-kejaran yang membuat pintu kaca bank pecah.
Awalnya Pelaku JP yang berpura-pura bertransaksi dan sempat menodongkan pistol mainan ke arah teller
Namun teller bank tersebut berteriak saat ditodong.
JP pun panik mendengar teriakan teller bank.
Pihak satuan pengamanan (Satpam) atau security bank yang mendengar teriakan juga langsung menuju lantai dua untuk melihat apa yang terjadi.
Berikut kronologis singkat kejadian percobaan perampokan di Bank Mandiri Samarinda Ahmad Yani yang diungkap oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena.
Pukul 12.28 : Pelaku datang ke Bank Mandiri, menggunakan hody abu dan masker hitam, sempat ditanyakan keperluannya oleh security.
Pukul 12.29 : Pelaku JP naik ke lantai 2 Bank menuju teller.
Pukul 12.30 : tersangka menuju teller, dan ditanyakan oleh teller keperluannya mau penarikan.
Teller meminta buku tabungan dan ATM, tersangka selama 2 menit membuka tas seolah olah mencari sesuatu.
Pukul 12.32 : mengeluarkan kertas yang berisi ancaman kepada teller. Menyuruh diam dan mengeluarkan pistol.
Pukul 12.32 : Teller berteriak, pelaku JP lari kebawah dihadang oleh security Hermanus, terjadi perkelahian, tersangka kabur dan mendorong pintu keluar.
Pukul 12.33 : Security mengejar bersama warga sampai ke kawasan Jalan Elang, Kota Samarinda. Motor pelaku tertinggal di parkiran bank.
Pukul 12. 39 : Pelaku ditangkap oleh warga dan diamankan di pos security kantor Bank Mandiri, lalu dijemput kepolisian.
2. Ancam teller dengan menyodorkan secarik kertas
Hingga malam ini ruang Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda masih mengintrogasi pelaku yang melakukan percobaan perampokan pada Jumat (21/5/2021) hari ini.
Pelaku berinisial JP kini ditahan dan diperiksa intensif oleh personil kepolisian.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena menjelaskan kronologis percobaan perampokan ini.
"Jadi benar tadi telah terjadi percobaan pencurian dengan kekerasan di Kantor Cabang Bank Mandiri Jalan Hasan Basri," sebutnya di awal keterangan, Jumat (21/5/2021) petang
Kejadian percobaan perampokan sendiri terjadi tepat pada pukul 12.30 WITA, pada waktu masyarakat melaksanakan salat Jumat.
"Pelaku sendiri hanya satu orang, kemudian yang bersangkutan datang menggunakan sepeda motor ke bank tersebut, dan langsung memasuki area bank untuk menemui teller," lanjut Kompol Andika Dharma Sena.
Di sana (di dalam area Bank) pelaku berpura-pura melakukan transaksi, namun saat itu pelaku juga menyodorkan sebuah kertas yang isinya berupa ancaman.
Bertuliskan : "AKU PUNYA PISTOL DAN BOM, JANGAN BERTINDAK BODOH KALAU TIDAK MAU MATI"
3. Pistol dan bom rakitan palsu
Nyatanya pistol dan bom rakitan yang dibawa oleh pelaku adalah palsu.
"Melihat surat tersebut membuat pegawai bank (teller) itu kaget dan teriak. Pelaku terkejut dan panik, serta menunjukkan pistol yang sudah siap menembak. Karena kaget teriakan teller, pelaku langsung lari," sebut Kompol Andika Dharma Sena.
"Sempat dikejar oleh petugas keamanan (security), nasabah dan warga sampai di kawasan Jalan Elang dan kemudian dibawa kembali ke Bank," imbuhnya.
Setelah diamankan, kepolisian langsung datang di lokasi kejadian dan membawa pelaku ke Polresta Samarinda guna menjalani pemeriksaan.
"Barang bukti yang sudah diamankan ada senjata api mainan. Kemudian ada bom rakitan berupa mainan juga. Bomnya ini jadi bentuknya kaleng ditutup sama plastik serta ada kabelnya juga. Kemudian petasan 4 buah, dan dua lembar kertas berisi ancaman dan satu buah tas," jelas Kompol Andika Dharma Sena.
4. Pelaku panik karena teller berteriak
Upaya JP untuk merampok Bank Mandiri, di Jalan Hasan Basri Kelurahan Pelita, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, gagal.
Pelaku JP yang awalnya berpura-pura bertransaksi sempat menodongkan pistol mainan ke arah teller, Jumat (21/5/2021).
Namun teller bank tersebut berteriak saat ditodong.
Karena semua peralatan yang dibawanya palsu, JP pun panik mendengar teriakan teller bank.
Pihak keamanan (security) bank yang mendengar teriakan juga langsung menuju lantai dua untuk melihat apa yang terjadi.
Kejadian ini pun juga terekam kamera tersembunyi atau CCTV Bank Mandiri.
Hingga aksi kejar-kejaran yang membuat pintu kaca bank pecah.
"Lari karena panik tellernya teriak. Karena kaget ya saya lari. Ini baru pertama kali saya seperti ini," kata JP, saat diwawancarai, Jumat (21/5/2021) petang.
"Mungkin ini yang pertama dan terakhir," imbuhnya.
Pelaku juga sempat mengungkapkan penyesalan dan berharap kejadian serupa tidak dilakukan orang lain.
5. Motif pelaku perampokan bank Mandiri di Samarinda
Percobaan perampokan ini sendiri, dilakukan pelaku JP karena terdesak utang yang sudah puluhan juta rupiah menumpuk.
Dia nekat mengintai Bank Mandiri cabang Hasan Basri ini karena keadaan sekitar yang juga sepi.
"Saya harap orang-orang di luar sana yang punya masalah seperti saya mungkin jangan sampai melakukan hal seperti ini. Saya menyesal sekali. Saya lihat bank itu sepi jadi saya lakukan aksi di sana," kata JP.
6. Belajar dari YouTube
JP, pelaku percobaan perampokan bank Mandiri di Kota Samarinda kini ditahan dan diperiksa intensif oleh personil kepolisian.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena menjelaskan motif dari pelaku.
Kompol Andika Dharma Sena mengungkapkan bahwa JP terlilit utang puluhan juta rupiah ke temannya.
"Yang bersangkutan terlilit hutang sebanyak Rp 180 juta. Rp 100 juta dari bank dan Rp 80 juta pinjam dari rekan-rekannya,” katanya, Jumat (21/5/2021).
“Pelaku belajar melakukan kejahatan ini dari internet dan film perampok bank profesional," tegasnya.
Sampai saat ini kepolisian melakukan pemeriksaan kepada pelaku.
Pelaku pun akan terancam dijerat pasal 365 juncto 53 terkait percobaan, dan 335 KUHP terkait pengancaman.
"Utangnya bukan di bank tersebut. Kenapa dia melakukan di sana, karena dia menganggap bank tersebut sepi,” kata Kompol Andika Dharma Sena.
Bahkan menurutnya, sebelum menjalankan aksi, pelaku melakukan pengintaian tiga hari sebelumnya.
“Kerugian materi tidak ada, hanya pintu kaca saja yang pecah," kata Kompol Andika Dharma Sena.
7. Pelaku sempat ditabrak mobil saat berupaya melarikan diri
Kesaksian juru parkir bernama Moris (45) yang melihat langsung pelaku percobaan perampokan kabur dari Bank Mandiri di Jalan Hasan Basri Kelurahan Pelita, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, sampai menabrak pintu kaca bank hingga pecah.
Moris melihat pelaku JP masuk saat sebagian pegawai bank yang laki-laki tengah melaksanakan salat Jumat.
Saat pelaku datang, langsung naik ke lantai dua yang ada pegawai teller bank perempuan.
Pelaku JP juga memberikan surat ancaman yang bertuliskan ancaman.
"Saat dikejar dari lantai dua, pelaku langsung menabrak pintu kaca depan bank sampai pecah," sebut Moris, Jumat (21/5/2021).
Dilanjutkan Moris bahwa saat pelaku JP keluar bank, juga sempat ditabrak mobil yang akan parkir di halaman bank.
"Tapi masih bisa lari, karena diteriakin rampok, lalu banyak warga yang kejar sampai ke kawasan Jalan Elang. Pelaku juga membuang kunci motor," kata Moris.
Pelaku JP didapat oleh warga dan pihak pengamanan bank yang mengejar.
"Begitu dapat, pelaku diamankan ke pos satpam, nggak lama datang polisi langsung dibawa ke kantor polisi (Polresta Samarinda)," lanjut Moris.
Pelaku JP datang ke bank sendiri mengendarai sepeda motor berkelir hitam, jenis trai tanpa dilengkapi plat kendaraan.
"Pas buang kunci motor, jadi kami ambil dan dicocokkan ke motor-motor parkir, ternyata dia parkir di samping bank dekat ruko bank," ucap Moris.
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul AKSI HEROIK Satpam Gagalkan Upaya Perampokan Bank Mandiri di Samarinda Terekam CCTV & Banjir Pujian
Videografer Tribunlampung.co.id / Bambang Irawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/viral-aksi-satpam-gagalkan-perampokan-bank-mandiri-di-samarinda.jpg)