Kesehatan
Apa Itu Reinfeksi Covid-19 dan Gejalanya
dr Aditya M Biomed mengatakan, reinfeksi Covid-19 bisa membuat gejala Covid-19 menjadi lebih berat dibandingkan dengan infeksi Covid-19 sebelumnya.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Bagi para penyintas Covid-19, jangan lengah.
Tetap lakukan protokol kesehatan.
Sebab jika tidak, bisa mengalami infeksi Covid-19 berulang atau disebut dengan reinfeksi Covid-19.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandar Lampung dr Aditya M Biomed mengatakan, reinfeksi Covid-19 bisa membuat gejala Covid-19 menjadi lebih berat dibandingkan dengan infeksi Covid-19 sebelumnya.
Beratnya gejala reinfeksi Covid-19, membuat reinfeksi Covid-19 berbeda dengan reinfeksi virus yang lainnya yang biasanya gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan infeksi yang sebelumnya.
Kemungkinan penyebab beratnya gejala reinfeksi Covid-19, karena Covid-19 yang menginfeksinya sudah mengalami mutasi.
Sehingga tubuh tidak kenal dan tidak siap dengan Covid-19 itu
Adapun gejala yang lebih berat itu salah satunya adalah sesak nafas, yang membuat pasien harus menjalani perawatan di ICU B.
ahkan sesak nafasnya ini berisiko membuat pasien meninggal dunia.
"Pernah ada seseorang yang mengalami sesak nafas akibat reinfeksi covid-19. Lalu dia meninggal dunia. Padahal saat dia mengalami infeksi Covid-19 sebelumnya gejalanya ringan dan hanya isolasi mandiri," kata dr Aditya.
Menurut dr Aditya, masa-masa rawan penyintas Covid-19 mengalami reinfeksi Covid-19, adalah tiga bulan pasca sembuh dari Covid-19.
Untuk itu selama tiga bulan tersebut, para penyintas Covid-19 harus bisa menjaga dirinya dengan protokol kesehatan.
Setelah tiga bulan, penyintas Covid-19 bisa melakukan vaksin covid-19 sama seperti orang-orang yang belum pernah terinfeksi Covid-19.
Jangan ragu untuk melakukan vaksin Covid-19 tersebut.
"Untuk yang belum pernah terinfeksi Covid-19 juga jangan ragu vaksin. Sebab vaksin bisa membuat gejala Covid-19 terhadap tubuh lebih ringan dan penyembuhan lebih cepat jika tiba-tiba terinfeksi Covid-19," kata dr Aditya.
( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )