Breaking News:

Way Kanan

Kedapatan Bawa Senpi dan Sajam, 6 Orang Diamankan Polres Way Kanan

Tekab 308 Sat Reskrim Polres Way Kanan menangkap enam orang diduga kedapatan membawa satu senpira (senpi rakitan) dan enam sajam (senjata tajam). 

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Polisi
Kedapatan Bawa Senpi dan Sajam, 6 Orang Diamankan Polres Way Kanan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WAY KANAN - Tekab 308 Sat Reskrim Polres Way Kanan menangkap enam orang diduga kedapatan membawa satu senpira (senpi rakitan) dan enam sajam (senjata tajam). 

Enam tersangka yakni inisial HI (31), ID (47 ), HS (20),  BS (36), RH (42), SB (50) merupakan warga Oku Timur Provinsi Sumatera Selatan. 

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Reskrim Des Herison Syafutra menjelaskan kronologis penangkapan terjadi pada hari Jumat 21 Mei 2021 sekitar pukul 18.00 Wib, Team TEKAB 308 Polres Way Kanan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa tersangka DPO Tindak Pidana pasal 170 KUHP di tempat kejadian perkara, wilayah hukum Polres Oku Timur Provinsi Sum-Sel sedang berada di Pos ronda tepatnya di Kampung Bumi Say Agung Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Way Kanan. 

“Tim TEKAB 308 Polres Way Kanan lansung berkordinasi dengan personil Sat Reskrim Polres Oku Timur untuk bekerjama melakukan penangkapan terhadap DPO yang tengah berada Pos ronda di Kampung Bumi Sat Agung, Way Kanan,” katanya, Sabtu 29 Mei 2021.

Petugas gabungan berhasil mengamankan delapan orang yang sedang berkumpul di pos ronda Kampung Bumi Say pada hari Jumat pukul 20.30 WIB satu diantaranya merupakan DPO kasus pengroyokan Polres OKU Timur. 

Hasil penggeledah badan didapati 6 bilah sajam jenis badik dan 1 pucuk senjata api rakitan yang berisi 3 butir amunisi aktif. 

Dari kedelapan orang tersebut satu diamankan oleh Polres Oku Timur dan tujuh lainnya di amankan oleh Polres Way Kanan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut

Hasil pemeriksaan dari tujuh orang yang diamankan ada enam orang di tetapkan sebagai tersangka dan satu lainnya di bebaskan karena ditetapkan tidak bersalah.

Tersangka dapat dijerat dengan pasal 1 ayat (1) Undang  Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api, dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

"Untuk sajam dapat dijerat dengan pasal 2 ayat 1 undang-undang Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” jelas Kasatreskrim Des Herison Syafutra. 

( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved