Breaking News:

RSUD Ryacudu Kesulitan Stok Obat

RSUD Ryacudu Kesulitan Stok Obat Karena Minim Anggaran Untuk Membeli

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Lampung Utara membutuhkan dana untuk membeli obat-obatan.

Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Ilustrasi - Suasana di depan ruang UGD RSUD Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara - RSUD Ryacudu Mengalami Kesulitan Obat-obatan dan Sejenisnya Karena Minimnya Anggaran Untuk Membeli. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.M. Ryacudu Kota Bumi, Lampung Utara membutuhkan dana untuk membeli obat-obatan.

Pasalnya, saat ini RSUD Ryacudu kekurangan obat-obatan lantaran tidak memiliki cukup anggaran untuk membeli.

‎"Persediaan obat dan sejenisnya saat‎ ini masih sangat kurang, karena keterbatasan anggaran untuk membelinya," jelas Direktur RSUD H.M. Ryacudu, Sri Haryati didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Sri Andini, Minggu (30/05/2021).

Kekurangan stok obat dan sejenisnya ini, dikarenakan besarnya hujan RSUD Ryacudu kepada 23 pihak penyedia atau vendor. 

Besar hutan tersebut mencapai Rp. 7 miliar.

"Dengan hutang sebesar itu, kami tidak bisa berbuat banyak untuk menambah persediaan obat - obatan dan sejenisnya," ujar Sri.

Baca juga: RSUD Ryacudu Kotabumi Tetap Beri Pelayanan meski Ada Dokter Terpapar Covid-19

Pihak penyedia baru akan dapat memenuhi permintaan obat - obatan dan sejenisnya, jika pihak manajemen RSUD  membayar sebagian dari hutan.

Sedangkan pendapatan RSUD pada setiap bulannya hanya Rp. 1,3 miliar

Untuk mengatasi persoalan itu, pihak rumah sakit terpaksa berpikir keras bagaimana supaya persediaan obat - obatan dan sejenisnya itu dapat tersedia meski terbilang jauh dari kata mencukupi.

Kebijakan yang telah diambilnya adalah 'mengangsur' hutang tersebut sebesar Rp. 1 miliar kepada sembilan penyedia.

Halaman
12
Penulis: anung bayuardi
Editor: Dedi Sutomo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved