Berita Terkini Artis
Hotma Sitompul di Ambang Batas Waktu, Benarkah Akan Dipolisikan Rosmawaty Ginting?
Hingga kini, Hotma Sitompul bungkam dengan somasi terbuka yang diberikan Rosmawaty Ginting kepadanya di depan publik. Benarkah ia akan dipolisikan?
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pengacara Hotma Sitompul rupanya masih bungkam soal somasi terbuka yang dilayangkan Rosmawaty Ginting kepadanya.
Mengingat waktu Hotma Sitompul dalam menanggapi isu baru ini mendekati ambang batas, pihak Rosmawaty Ginting yang sebelumnya mengancam akan polisikan Hotma Sitompul.
Apabila dalam 7x24 jam tak ada tanggapan pun kembali berkomentar.
Di depan publik, mereka mengatakan bahwa akan mempelajari terlebih dahulu pergerakan dari pihak Hotma Sitompul, sebelum akhirnya membuat sikap.
"Kalau di somasi itu kan ada somasi satu, somasi dua, somasi tiga, kan begitu?."
"Nanti kami coba pelajari, lihat misal sampai minggu depan batas waktu habis, kemudian akan kami lihat perkembangannya bagaimana baru kami bersikap," kata Jesse Heber Ambuwaru, kuasa hukum Rosmawaty Ginting.
Sayang, hingga kini belum ada pergerakan dari pihak Hotma Sitompul.
Baca juga: Rosmawaty Ginting Akan Laporkan Hotma Sitompul ke Polisi
Bahkan, pihak Rosmawaty Ginting pun sampai meminta bantuan awak media untuk meminta klarifikasi kepada Hotma Sitompul.
Rupanya terkuak, Hotma Sitompul juga masih mempelajari pergerakan yang dibuat oleh lawannya, juga ingin mengetahui seperti apa hasil dari konferensi pers lanjutan yang dibuat oleh Rosmawaty Ginting.

"Tapi dia (Hotma Sitompul) katanya nunggu pergerakan dulu dari sini, karena mereka tahu akan ada prescon lagi saat ini. Jadi mereka ingin mendengar hasil prescon hari ini, gitu Bang," jelas awak media kepada kuasa hukum Rosmawaty Ginting.
Saat ditanya alasan pemilihan waktu 7x24 jam yang dianggap terlalu lama.
Ambuwaru mengatakan, bahwa jangka waktu itu biasa di dunia praktik pengacara, bahkan ia menuturkan ada yang lebih lama lagi.
“Kalau di dunia lawyer itu biasa. Itu ada 15 hari, ada tujuh hari, ada yang tiga hari. Di praktek lawyer itu biasa," jelas Ambuwaru lagi.
Baca juga: Hotma Sitompul Asyik dengan Cucu Saat Rosmawaty Ginting Mendadak Muncul
Sebelumnya dijelaskan Rosmawaty Ginting, ia telah memberikan somasi terbuka kepada Hotma Sitompul untuk menanggapi permasalahan tersebut.
Wanita yang mengaku istri pertama dari ayah Bams eks Samsons itu juga mengaku memberikan waktu selama 7x24 jam, terhitung sejak pertama kali ia menguak kehidupan lain Hotma Sitompul di depan publik.
"Isi somasinya minta maaf, terus pengakuan baik terhadap pernikahan maupun pengakuan anak, gitu.
“Kalau pun ternyata Bang Hotma menolak atau bersikeras tidak mengakui, berarti kita akan masuk ke kepolisian.
“Kami merasa klien kami sudah cukup direndahkan, dihina selama ini. Jadi kami agak kaget, syok, dan kami merasa perlu diluruskan. Kalau tidak salah tayangan ini 2019 ya? Tapi karena berita tentang Bang Hotma banyak, baru (kami tahu),” ujar kuasa hukum Rosmawaty Ginting.
Rosmawaty Ginting ngaku istri pertama Hotma Sitompul
Belum lama ini Rosmawaty Ginting muncul mendadak ke publik dengan membawa permintaan dan pengakuan Hotma Sitompul soal pernikahannya beserta anak.
Pasalnya, pernikahan keduanya menurut Rosmawaty telah dilangsungkan pada 1975 silam dan telah diakui oleh negara serta agama.
Setelah 46 tahun bungkam, akhirnya ia memberanikan diri untuk membongkar sejarah pernikahan Hotma Sitompul di hadapan publik.
“Hari ini saya ingin menjelaskan dan/atau meluruskan tentang status hukum keturunan dari Hotma Sitompul yang sah secara hukum bahwa saya telah melangsungkan pernikahan sah dengan Hotma Sitompul di Jakarta Pusat tanggal 22 September 1975,” ujar Rosmawaty Ginting.
Selain itu, ia juga meminta Hotma Sitompul mengakui buah cinta hasil perkawinan mereka yang ditinggalkannya dulu.
Hal tersebut disebabkan lantaran Rosmawaty Ginting dan Hotma Sitompul diketahui bercerai saat kandungan Rosmawaty baru berusia dua bulan.
Dijelaskan pula, penyebab perceraian itu akibat perbedaan keyakinan antara Rosmawaty Ginting dan Hotma Sitompul.
“Pada saat saya mengandung anak pertama, kami pun bercerai sebelum anak dari hasil pernikahan kami tersebut lahir di bulan Juli 1976.
“Anak saya selama ini tidak tahu siapa bapaknya sampai umur 22 tahun, saya baru bercerita,” lanjutnya.
Di hadapan publik, Rosmawaty Ginting menegaskan bahwa pengakuannya itu tak didasari oleh niat untuk mencari popularitas apalagi harta.
Ia hanya ingin sang anak, Rahmat Saleh Effendy bisa diakui oleh Hotma Sitompul
“Sakit banget buat saya. Sebenarnya saya nggak ingin, karena keluarga saya mendukung anak harus diakui.
“Saya bukan perempuan yang mengejar popularitas dan bukan perempuan yang mengejar harta,” tegas Rosmawarty Ginting sambil menahan tangis.
Bercerai karena diminta pindah agama
Rosmawaty Ginting pun menjelaskan lebih lanjut alasan di balik perceraiannya bersama pengacara kondang, Hotma Sitompul.
Ia menuturkan bahwa perbedaan keyakinan menjadi bumerang bagi pernikahan mereka.
“Saya harus masuk Kristen. Karena pada saat saya mengandung, saya harus masuk Kristen dengan anak dalam kandungan saya. Oleh karena itu kami bercerai,” ungkap Rosmawaty Ginting.
Rosmawaty pun mengaku sakit hati dengan permintaan Hotma Sitompul tersebut.
“Betapa sakitnya hati saya. Itulah penyebab perceraian kamu,” tambahnya lagi.
Perceraian itu pun mengakibatkan sang anak tak mengenal sosok sang ayah.
Sebab, Rosmawaty Ginting pun mengaku kepada anaknya, bahwa ayah kandungnya telah tiada.
Hingga saat usia Rahmat Saleh Effendi 22 tahun, barulah wanita yang mengaku istri pertama Hotma Sitompul itu mengungkapkan kebenaran.
Hal tersebut pun rupanya berujung membuat sang anak bisa bertemu ayahnya, bahkan sampai tinggal bersama meski dalam jangka waktu singkat.
Ditinggal Hotma Sitompul saat hamil dua bulan dan tak diberi nafkah
Rosmawaty Ginting mengaku di hadapan publik bahwa Hotma Sitompul tak menafkahinya sejak dirinya hamil dua bulan.
“Sebagai bapak, sebagai suami, dia tahu saya dalam keadaan hamil. Dia seharusnya tahu (harus) menafkahi saya, biayain anak saya. Anak saya lahir di tanggal yang sama dia lahir, 8 Juli. Tanya kabar pun tidak pernah, tapi dia bilang kakaknya datang ke Medan,” kata Rosmawaty Ginting.
Rosmawaty juga menjelaskan bahwa selama ini ia dan anaknya hidup tanpa bantuan sepersen pun dari Hotma Sitompul.
“Sama sekali tidak ada satu sen pun, nggak ada. Insha Allah anak saya bisa saya besarkan, bisa saya sekolahkan. Alhamdulillah.
“Seharusnya dia tahu ya tanggung jawabnya. Seharusnya kan nggak perlu saya bilang. Dia tahu rumah saya di mana. Buat mengemis itu saya (tidak mau) maaf,” lanjutnya.
Wanita yang mengaku istri pertama Hotma Sitompul itu mengatakan untuk membiayai anaknya, Rosmawaty rela bekerja di salah satu perusahaan swasta di Medan dan membuka toko grosir di Jakarta.
“Dan dia tidak mengakui anak saya. Alhamdulillah anak saya, saya sekolahkan tanpa biaya sesen pun dari Hotma hingga S2nya. Dari UI sarjana komputernya sampai Binus dengan biaya dari saya,” ujar Rosmawaty Ginting.
“Tidak ada sepersen pun biaya dari Hotma. Jangan dia bangga-banggakan anak tirinya yang dia sekolahkan ke luar negeri,” sambung Rosmawaty.
Minta anaknya diakui Hotma Sitompul
Pengakuannya ke publik tidak lain hanya untuk meminta pengakuan bahwa dirinya merupakan istri pertama yang dinikahi Hotma Sitompul secara sah.
Juga pengakuan agar Hotma Sitompul mau mengakui bahwa anaknya merupakan anak kandungnya.
"Saya ingin pengakuan kalau saya istri sah dinikahi secara resmi. Dan pengakuan sah kalau anak saya diakuinya. Kan memang itu anak dia," ucap Rosmawaty dihadapan awak media.
Hotma Sitompul disebut pernah memberikan pernyataan bahwa hanya memiliki dua istri dan dua anak kandung.
Rosmawaty Ginting merasa tersinggung dan tak dianggap, padahal nyatanya ia menikah secara resmi dengan Hotma Sitompul.
"Saya meminta kepada pihak Hotma Sitompul untuk dapat mengakui bahwa statement yang selama ini diutarakan di media sepanjang menangani sejarah perkawinan adalah keliru," ujar Rosmawaty Ginting. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
Baca berita Hotma Sitompul lainnya