Kasus Corona di Lampung
Kasus Meninggal Akibat Covid-19 di Lampung Tembus 1.015 Kasus, Didominasi Lansia
Kasus kematian di Provinsi Lampung akibat wabah Covid-19 mencapai 1.015 kasus.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kasus kematian di Provinsi Lampung akibat wabah Covid-19 mencapai 1.015 kasus.
Pada hari ini saja, Selasa (1/6/2021) terdapat penambahan kasus Covid-19 ada 13 orang yang terkonfirmasi corona.
Lalu ada penambahan kasus juga sebanyak 97 orang, dan totalnya sekarang menjadi 18.294 kasus.
Kemudian pasien yang selesai isolasi menjadi 16.408 dan ada 125 yang sembuh pada hari ini.
Kalau hari ini case fatality rate (CFR) mencapai 5,54 persen.
Reihana selaku Kadiskes Lampung kepada Tribun Lampung, Selasa (1/6/2021) mengatakan bahwa angka kematian akibat Covid-19 masih cukup tinggi.
Baca juga: Dua Kasus Baru Covid-19 Tanggmus Didapat dari Hasil Tracing
"Berdasarkan hasil evaluasi kasus kematian tertinggi didominasi oleh lansia berusia di atas 60 tahun," dengan beberapa penyakit penyerta seperti hipertensi, jantung hingga gagal ginjal," paparnya.
Angka kematian diperoleh dari jumlah kasus baru dibagi dengan angka kematian sehingga setiap harinya angka kematian mengalami perubahan.
Menurutnya Reihana, angka kematian yang masih cukup tinggi juga diakibatkan oleh sistem rujukan terintegrsi (Sisrute) yang belum berjalan secara maksimal.
Sistem rujukan saat ini belum berjalan dengan baik dan tidak hanya terjadi di Lampung tetapi juga di seluruh Indonesia.
Baca juga: 7 Nakes di Bandar Lampung Terpapar Covid-19 Selama 2021, 1 Meninggal Dunia saat Hamil Tua
Maka setiap rumah sakit yang akan merujuk pasien harus menggunakan sisrute.
Supaya pihak rumah sakit bisa menyiapkan sehingga tidak terjadi penumpukan.
Hingga berakhir mandatory ada sebanyak 1.351 pasien yang terkonfirmasi positif corona dari 160.253 yang dilakukan rapid antigen di 7 posko penyekatan.
Wakil Ketua IDI Provinsi Lampung dr Boy Zaghul Zaini mengatakan masyarakat sudah diingatkan dan diimbau agar pemerintah sedikit galak.
Seperti mau mudik diminta untuk putar balik tanpa surat bebas Covid-19, tetapi masyarakat masih curi-curi dari jalan darat dan laut.