Berita Terkini Nasional

Guru Wanita Disiram Air Keras Saat Pulang Mengajar, Alami Kebutaan hingga Wajah Rusak

Seorang guru wanita disiram air keras saat sedang pulang mengajar di OKU Timur, Sumatera Selatan, Senin (31/5/2021) sekitar pukul 10.30 WIB.

SRIPOKU.COM/Edo Pramadi
Kondisi Meli Handayani, guru wanita disiram air keras saat pulang mengajar dari TK di OKU Timur, Sumatera Selatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SUMATERA SELATAN - Seorang guru wanita disiram air keras di OKU Timur, Sumatera Selatan. Peristiwa guru disiram air keras menimpa korban bernama Meli Handayani.

Peristiwa tersebut diketahui setelah viral di Facebook.

Hasil penelusuran reporter Sripoku.com ( grup Tribunlampung.co.id ), korban merupakan guru TK Darussalam di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Belitang II, OKU Timur, Sumatera Selatan.

Adapun, kejadian disiram air keras dialami korban saat sedang pulang mengajar pada Senin (31/5/2021) sekitar pukul 10.30 WIB.

Pelaku diduga adalah pria yang menyukai korban.

Baca juga: Bidan Meninggal Jelang Menikah, Alami Kecelakaan Maut Saat Sebar Undangan

Namun, cinta pria tersebut ditolak korban.

Diketahui, korban berstatus janda dengan satu orang anak.

Ilustrasi penganiayaan. Seorang guru wanita disiram air keras saat pulang mengajar di Sumatera Selatan.
Ilustrasi penganiayaan. Seorang guru wanita disiram air keras saat pulang mengajar di Sumatera Selatan. (tribunlampung.co.id / dodi kurniawan)

Dalam kesehariannya, korban dikenal tidak pernah menjalin hubungan asmara dengan siapapun semenjak menjanda.

"Apalagi dia itu guru di TK Islam jadi benar-benar menjaga diri. Agamanya kuat," kata tetangga korban yang tidak mau disebutkan namanya.

Insiden guru wanita disiram air keras membuat korban mengalami luka di bagian wajah.

Baca juga: Oknum Pegawai PT Angkasa Pura II Digerebek Istri Sah dalam Kamar dengan Selingkuhan

Korban pun dirawat di Rumah Sakit Umum Sriwijaya Bagian Mata Palembang.

Saat ini, keluarga korban sudah membuat laporan di Polsek Belitang II, OKU Timur.

Kabid Paud Diknas OKU Timur, Asnari mengatakan, hal yang dilakukan pelaku sudah tidak memiliki rasa perikemanusiaan.

Asnari menyebut, akibat perbuatan pelaku, mata korban menjadi buta.

"Mudah-mudahan pihak berwajib menjatuhkan hukuman yang sepadan dengan apa yang dilakukan pelaku, bahkan melihat korban sampai buta, layak rasanya hukuman mati bagi pelakunya," tegas Asnari.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved