Breaking News:

Bupati Dendi Harap Masalah Tanah di Pesawaran Lampung Selesai Secara Persuasif

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengharapkan masalah tanah di Pesawaran Lampung dapat diselesaikan secara halus dan santun.

Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan
Bupati Dendi Harap Masalah Tanah di Pesawaran Lampung Selesai Secara Persuasif. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Sosok Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengharapkan masalah tanah di Pesawaran Lampung dapat diselesaikan secara halus dan santun.

Menurut Dendi, masalah tanah di Bumi Andan Jejama muncul karena wilayah Pesawaran yang strategis.

Sayangnya, carut marut legalitas kepemilikan lahan menjadi isu strategis di Pesawaran.

Dendi mencontohkan, adanya orang yang mengaku memiliki surat tanah dari jaman Belanda. 

Sementara ada yang mengaku dari tanah adat, sehingga terjadi saling klaim satu sama lain. 

Baca juga: Bupati Saply TH dan Tokoh Masyarakat Setujui Hibah Tanah Lokasi TMMD di Lampung

Ditambahkan Dendi, terkait dengan tanah register, jangan sampai terjadi kegiatan ilegal oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Untuk menyelesaikan permasalahan ini, harus dilakukan dengan pendekatan persuasif," kata Dendi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Kegiatan itu diselenggarakan bersama ATR/BPN Pesawaran dan OPD terkait di Pesawaran pada Rabu, 9 Juni 2021 kemarin.

Dendi berharap setiap permasalahan yang muncul dapat diinventarisir.

Selanjutnya, pembuatan sertifikat supaya menyesuaikan dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. 

Baca juga: Babinsa Koramil 410-04/TKT Bantu Permasalahan Sengketa Tanah

Dendi yakin, jika masalah tanah di Pesawaran tidak ditata dengan baik, tidak menutup kemungkinan kedepan muncul kembali masalah serupa. 

Oleh karena itu, Dendi berharap, rakor dapat menemukan titik terang permasalahan pertanahan di Bumi Andan Jejama.

Kepala ATR/BPN Pesawaran, Darman Hutasoit mengatakan kegiatan Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria bertujuan untuk menata kembali struktrur ke agrarian pertanahan di Pesawaran. 

"Meliputi dua hal yakni penataan aset dan penataan akses, " pungkasnya. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Kiki Novilia
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved