Breaking News:

Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Rugi Ratusan Juta Akibat 4 Restoran Tak Bayar Pajak

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandar Lampung Yanwardi mengaku merugi ratusan juta akibat 4 restoran tak bayar pajak.

Tribunlampung.co.id / V Soma
Pemkot Bandar Lampung merugi ratusan juta atas pelanggaran pajak pada empat restoran yang disegel Pemkot dua hari lalu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota Bandar Lampung menilai permainan dan pelanggaran pajak dan pungutan menyebabkan tersendatnya pendapatan daerah.

Dengan empat restoran yang tidak melaksanakan kewajiban wajib setor, Pemkot Bandar Lampung merugi ratusan juta.

Begitu kata Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandar Lampung Yanwardi saat dimintai keterangan mengenai kerugian pelanggaran pajak pada empat restoran yang disegel Pemkot dua hari lalu.

Sembari merinci kerugian, ia menjelaskan detail alasan pihaknya melakukan penyegelan.

Pertama, RM Begadang II yang penggunaan tapping box-nya turun tempo.

Dengan asumsi Rp 150 juta per bulan, RM tersebut hanya setor Rp 60-80 juta per bulan.

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Bakal Cabut Izin Usaha Jika Tetap Bandel Tak Bayar Pajak

Kedua, Bakso Son Haji Sony I, yang tidak menggunakan pencatat tapping box.

"Cash register mereka ada dua. Sementara secara aturan mesin pencatat hanya tapping box, tidak boleh ada alat lain. Tapi malah alat kita yang tidak dipakai," kata dia.

Kata Yanwardi dalam kondisi normal bisa diasumsikan keempat restoran ini menyetor Rp 80-100 juta per bulan, namun hanya disetorkan Rp 30 juta.

Ketiga, untuk Geprek Bensu, Restoran ini melakukan penunggakan hutang sejak tahun 2019. Asumsi Rp 300 juta adalah sumber pendapatan daerah yang seharusnya diberikan.

Keempat, RM Padang Jaya yang tidak menggunakan tapping box sejak terpasang.

Baca juga: Sejumlah Restoran Kembali Beraktivitas Seusai Disegel Pemkot Bandar Lampung

"Sejak dipasang dua bulan lalu, tapping box ini tidak digunakan. Mereka tidak pakai. Malah pakai nota manual. Selain itu, restoran ini mengalami tunggakan pajak sejak 2019 lalu," terang Yanwardi.

Akibatnya, asumsi pendapatan yang harusnya diberikan oleh restoran tersebut ialah Rp 16 juta per bulan. ( Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer )

Penulis: Vincensius Soma Ferrer
Editor: Hanif Mustafa
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved