Apa Itu

Apa Itu Kudeta, Cek Bedanya dengan Revolusi

Kudeta acapkali disamakan artinya dengan revolusi. Lantas, Apa itu kudeta?

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Kolase Kompas
Ilustrasi. Apa Itu Kudeta, Cek Bedanya dengan Revolusi 

Saat itu Louis Napoleon membubarkan majelis Republik Kedua Prancis pada tahun 1851.

Di beberapa negara Amerika Latin, Kudeta merupakan hal yang biasa terjadi pada abad ke-19 dan ke-20.

Pada sekira 1960, Kudeta juga sering terjadi di benua Afrika setelah negara-negara di sana memperoleh kemerdekaan.

Dikutip dari National Geographic Indonesia, terdapat lima Kudeta militer paling kejam dalam sejarah.

1. Kudeta di Venezuela, 1992

Kudeta pertama terjadi pada Februari 1992 yang dipimpin oleh Hugo Chavez dengan 'Movimiento Bolivariano Revolucionario' (MBR-200).

Sementara yang kedua terjadi pada 27 November dengan dipimpin oleh orang lain dalam upaya untuk menggulingkan Presiden Carlos Andres Perez saat itu, sementara Chavez dipenjara.

Kudeta kedua yang berhasil mengambil alih televisi yang dikelola pemerintah dan pangkalan udara utama.

Kudeta ini mengakibatkan kematian 14 tentara dan melukai 50 tentara dan 80 warga sipil, sementara pihak pemerintah membalas dengan pembunuhan di luar hukum terhadap 40 orang dan penahanan sewenang-wenang.

Meskipun gagal dan menimbulkan banyak kontroversi, Kudeta ini melontarkan Chavez ke posisi tertinggi di negara tersebut beberapa tahun kemudian.

2. Kudeta Thailand, 2006

Pada 19 September 2006, Angkatan Darat Kerajaan Thailand melakukan Kudeta terhadap Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang merupakan awal dari perubahan pemerintahan non-konstitusional pertama dalam 15 tahun.

Tuduhan menyatakan bahwa Jenderal Prem Tinsulanonda berada di belakang Kudeta dan bahwa perwira militer disuap 1,5 juta baht untuk berpartisipasi dalam komplotan itu.

Hal ini mengakibatkan militer membatalkan pemilihan yang akan datang, membatalkan Konstitusi, menyensor media, melarang semua jenis protes, dan deklarasi darurat militer secara nasional.

3. Revolusi Oranye, 2004 - 2005

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved