Pringsewu

Sambangi Pringsewu, Erick Thohir Beberkan Beda Orang yang Divaksin dan Tidak

Erick Thohir bersama Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Pasha Ungu bersilaturahmi dengan masyarakat Pringsewu di Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Tayang:
Tribunlampung / Robertus Didik
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Pasha Ungu bersilaturahmi dengan masyarakat Pringsewu di Universitas Muhammadiyah Pringsewu (Umpri), Jumat (18/6/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan tiga program utama pemerintah RI kepada masyarakat.

Erick Thohir bersama Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Pasha Ungu bersilaturahmi dengan masyarakat Pringsewu di Universitas Muhammadiyah Pringsewu (Umpri), Jumat (18/6/2021).

Erick mengungkapkan, ada tiga program utama pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni Indonesia Sehat, Indonesia Kerja, dan Indonesia Tumbuh.

Erick membeberkan, kaitannya program Indonesia Sehat, saat ini masyarakat Indonesia harus sehat terlebih dahulu dari virus corona.

Baca juga: BREAKING NEWS Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua MPR Zulkifli Hasan Bersua Tokoh Masyarakat Lampung

"Saya bukan menyampaikan sesuatu yang menakutkan. Tapi ini realitas," ujar Erick di hadapan sekitar 200 orang yang hadir.

Erick juga mengingatkan agar masyarakat disiplin menerapkan prokes.

"Kalau kita tidak disiplin, Indonesia Sehat tidak akan tercapai," tegasnya.

Ia menuturkan, salah satu program di Indonesia Sehat adalah vaksin gratis.

Menurutnya, vaksin itu dilakukan pemerintah untuk mengurangi penularan dan mengurangi tingkat kematian yang diakibatkan virus corona.

Baca juga: Alasan di Balik Penunjukan Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Ada Keinginan Lain Erick Thohir

Erick mengungkapkan beda antara orang yang divaksin dan belum divaksin.

Dia menjelaskan, risiko dirawat dan risiko kematian bagi orang yang belum divaksin lebih tinggi.

Menurut dia, vaksin akan terus dilakukan sampai ditemukan obat Covid-19.

Dia meminta kepada masyarakat dengan segala kerendahan hati menangani Indonesia Sehat dengan bergotong royong mendisiplinkan diri dengan protokol kesehatan.

"Kita harus berdamai dengan kehidupan baru yang harus dijalani. Kalau insya Allah ada obatnya, kita tidak divaksin," tuturnya.

Menurut dia, BUMN sejak awal berusaha keras mencari vaksin.

"Insya Allah tahun depan punya vaksin sendiri, vaksin Merah Putih," tuturnya.

Dia menjelaskan, dengan adanya vaksin Merah Putih, Indonesia tidak perlu mengimpor lagi.

Dia mengatakan, BUMN memastikan obat-obatan yang tadinya impor harus bisa dibikin di Indonesia.

Kaitannya dengan Indonesia Kerja, di masa pandemi ini tetap perlu bekerja.

Namun, mencari pekerjaan itu saat ini sulit.

Erick mengungkapkan, pemerintah sudah dua tahun ini menggulirkan bantuan sosial dan perlindungan sosial.

Dia mencontohkan listrik dengan daya 450 VA digratiskan dan 900 VA didiskon.

Bahkan, banyak usaha mikro yang sudah dibantu.

"Tapi tidak cukup di situ, kita ingin hadir memastikan (sebagai) bagian dari rakyat, banyak program yang sedang ditawarkan," tandas Erick.

Menurutnya, pihaknya kemarin meluncurkan kerja sama Petrashop dengan 1.000 pesantren.

Petrashop ini ada karena memperhatikan umat. Oleh karena itu, Erick harus memastikan keberpihakan pemerintah dan keseimbangan ekonomi.

"Saya diperintah Pak Jokowi turun menceritakan program-program yang bersahabat dengan rakyat," tutur Erick.

Dia juga berharap supaya masyarakat tidak pasif.

Namun aktif mencari data-data program bantuan pemerintah.

"Supaya negara hadir untuk rakyatnya," katanya.

Kaitan dengan Indonesia Tumbuh, Erick mengungkap terkait bagaimana memastikan anak-anak Indonesia ini tumbuh dengan pendidikan.

"Karena ini generasi kita, generasi muda. Kita tidak hanya (cukup) sehat, mendapat kerja, tapi (juga) tumbuh," ucapnya.

Pendidikan saat ini dinomorsatukan.

Dia berpesan agar orang tua memastikan anak-anaknya terdidik dan soleh atau taat beragama.

Mengingat para orang tua yang ada saat ini ada masa umurnya.

Dia mengatakan bahwa Indonesia tidak hanya merdeka.

Tapi juga harus diisi, bukan sebaliknya bergibah dan bergunjing. Sehingga masyarakat harus disatukan.

Ketika itu, Erick mengungkap data-data yang menunjukkan ke depan ekonomi Indonesia ini terbesar di dunia.

Kalau ekonominya terbesar, kata Erick, ada tanda-tanda Indonesia Tumbuh.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved