Berita Lampung

Awalnya Rintis Usaha di Sela Waktu Kuliah, Resty Kini Mampu Produksi 2.000 Pie per Hari

Restiani Damayanti (30) selaku owner dari Respiesusu berhasil mengembangkan bisnis pie susu dari masa perkuliahan dengan modal minim.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
PIE SUSU - Restiani Damayanti (30) selaku owner dari Respiesusu saat memamerkan produk baby cheese pie miliknya pada Sabtu (2/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Restiani Damayanti (30) selaku owner dari Respiesusu berhasil mengembangkan bisnis pie susu dari masa perkuliahan.
  • Padahal dengan modal minim produksinya mampu menjangkau hingga pasar nasional.
  • Perempuan yang akrab disapa Resty ini mengungkap bahwa ide memulai usaha muncul saat dirinya masih menjadi mahasiswa semester lima.

 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan — Seorang karyawan outlet Respiesusu tampak fokus menuangkan fla ke atas adonan pie. Gerakan tangannya terampil mengisi setiap adonan sebelum dipanggang.

Aktivitas tersebut dilakukan di outlet yang berlokasi di Jalan Ratu Dibalau, Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu (2/5/2026).

Restiani Damayanti (30) selaku owner dari Respiesusu berhasil mengembangkan bisnis pie susu dari masa perkuliahan dengan modal minim hingga mampu menjangkau pasar nasional.

Perempuan yang akrab disapa Resty ini mengungkap bahwa ide memulai usaha muncul saat dirinya masih menjadi mahasiswa semester lima di jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung.

Di sela waktu kuliah yang cukup longgar, ia merasa perlu mencari tambahan penghasilan tanpa terus bergantung pada orang tua.

Baca juga: Cerita Laila Rosa Linda Jualan Pie Susu, Berawal dari Suka Jajan

“Awalnya karena bosan dan butuh uang tambahan. Jadi kepikiran bagaimana caranya tetap bisa produktif tanpa harus selalu minta ke orang tua,” ujar Resty Sabtu (2/5/2026).

Bersama teman-temannya, ia sempat mencoba menjual beberapa produk, termasuk pie. 

Dari situlah Resty belajar membuat pie susu dari sang kawan, meskipun awalnya bukan ia yang memproduksi. 

Ketika temannya berhenti berjualan, Resty melihat peluang dan memutuskan untuk melanjutkan usaha pie tersebut.

Dengan modal awal hanya Rp.60.000, yang digunakan hanya untuk membeli kuota internet demi promosi, Resty mulai memasarkan produknya melalui media sosial seperti BBM dan Line. 

Sistem pre-order dengan pembayaran di muka menjadi modal awal untuk berjualan pie susu ini.

“Dulu modal awal saya Rp. 60.000, saya gunakan untuk beli kuota dan promosi dulu di media sosial, kalau ada yang pesan baru kami produksi. Dari situ pelan-pelan bisa beli alat produksi sendiri,” jelasnya.

Meski sempat kesulitan membagi waktu antara kuliah dan usaha, Resty tetap menjalankan bisnisnya hingga akhirnya lulus. 

Ia juga mengatakan bahwa setelah lulus dirinya tak langsung fokus jualan, ia sempat mencoba bekerja di beberapa bidang dan mengikuti seleksi pekerjaan, namun akhirnya memilih jalur wirausaha.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved